Menampilkan: 1 - 6 dari 81 HASIL
Cerpen Sabtu

Cerpen Sabtu: Aku Sudah Ditunggu

Otaknya sibuk merancang rencana. Apa-apa saja yang hendak dilakukannya hari ini. Membereskan rumah, memasak, memandikan Genduk, mendulang Genduk, menidurkan Genduk, mencuci baju, menyetrika, dan tentu mencuci piring. Pekerjaan domestik yang setiap hari berputar-putar seiring jam bundar. Itu-itu melulu. Namun, hari ini, entah kenapa hari ini Menur merasa aneh sekali.

Cerpen Sabtu

Cerpen Sabtu: Langgar

Sore itu, hujan turun semakin deras. Tidak ada tempat di dusun yang Imam tempati yang tidak kebagian air hujan. Ketika tidak hujan pun tidak ada orang yang menuju langgar kebanggaan Imam, apalagi ketika hujan. Langgar itu kesepian dan kedinginan. Imam sibuk memasang ember di bawah atap yang bocor. Ia hanya dibantu oleh tekad yang bulat dari dalam dirinya. Imam mengumandangkan azan magrib.

Cerpen Sabtu

Cerpen Sabtu: Belik

Perempuan itu menutupi tubuhnya dengan daster. Ia mengambil air menggunakan ember yang dikatikan pada sebuah galah, lalu menggebyurkan air dari dalam ember itu ke tubuhnya. Mulai dari rambut hingga ujung kakinya. Termasuk bagian tubuh yang tertutup dasternya. Selesai mandi, perempuan itu mengambil handuk, lalu ia gunakan handuk itu sebagai penutup dada hingga pahanya.

Cerpen Sabtu

Cerpen Sabtu: Anjing yang Tidur di Pangkuan Ibu

Kami tiba di Sungai Jantan ketika orang-orang mulai menyalakan obor. Sungai terang-benderang. Semuanya mengenakan pakaian serba putih; memakai peci dan ada pula yang mengenakan sorban. Barangkali, semua laki-laki Siak ada di sini, mengikuti ritual ini. Barangkali, hanya ayahku yang bertopi lebar itu yang tak tampak diri. Tadi pagi, ia masih berangkat ke Perawang untuk berburu babi.

error

Enjoy this blog? Please spread the word :)