Penguasa Malam di Air Mata Kopi

Penguasa malam adalah salah satu puisi yang ditulis oleh Gol a Gong dalam bukunya yang berjudul “Air mata Kopi”. puisi ini kemudian digubah menjadi sebuah lagu oleh Edelweis basah, dan sempat dinyanyikan oleh Jalu Kancana pada tahun 2015. .

Kali ini, Nusalayaran mencoba kembali membawakan lagu ini dengan arransemen yang dibuat secara langsung oleh Edelweis basah sendiri. .

Semoga lagu ini mampu memberi sudut lain terhadap kita yang dalam kesehariannya tidak terlepas dari magisnya kopi-kopi yang tersaji dalam gelas-gelas kita. . selamat menikmati. .

Lirik : Gol A Gong Musik Gubahan : Edelweis Basah Musik direktur : Edelweis Basah Pembawa : Nusalayaran Editing dan rekam : Lamlam (Closehead)

Please follow and like us:
error1
fb-share-icon0
Tweet 5

Selamat Jalan, John Yasin!

Tahun 1976, saya diterima bersekolah di SMP 2 Serang. Saya memilih duduk di bangku belakang. Saya yang baru dua tahun kehilangan tangan kiri masih beradaptasi melihat teman-teman baru. Ada rasa tahu diri – bukan minder. Lebih mengamati, menunggu situasi dan kondisi.

Ada yang datang. Namanya John. Kemudian saya tahu dia putra dari pemilik Apotik Rika di Pisang Mas, satu-satunya apotik yang ada di Serang saat itu. Berarti dia anak orang kaya sedangkan saya anak seorang guru. Rumahnya persis di jantung kota. Kalau di Bandung, berarti rumahnya berada di lokasi Hotel Savoy. Hanya orang kaya yang bisa tinggal di lokasi itu.

Please follow and like us:
error1
fb-share-icon0
Tweet 5

Tanaman Mengajarkan Keberagaman

Seminggu ini di akhir Desember 2020, saya memindahkan tanaman di halaman belakang rumah ke dalam pot. Kegiatan menanam ini bagian dari relaksasi setelah lelah menulis novel Balada Si Roy Prekuel. Pikiran jadi segar lagi.

Saya pandangi tanaman-tanaman hias yang begitu indah setelah saya pindahkan ke dalam pot. Ternyara tanaman saja tidak ada yang sama. Sementara kita memaksa-maksakan diri kita pada orang lain. Saya jadi malu pada tanaman yang begitu ikhlas menerima keberagaman. Masak sih kita bersikeras hendak menyeragamkan diri kita pada orang lain? (GG)

Please follow and like us:
error1
fb-share-icon0
Tweet 5

Tahun 2020, Tahun Dengan Banyak Hadiah

Tak terasa, ya, tahun berganti lagi. Kini 2021. Ada yang menarik di tahun yang lewat. Sejak Maret 2020 hingga tulisan ini dibuat, 1 Januari 2021, saya atau barangkali juga Anda – tidak pergi ke mana-mana.

Saya di rumah saja; melakukan pekerjaan secara daring. Saya jadi mentor di Kelas Menulis Gol A Gong, jadi narasumber webinar Dunia Literasi bersama Perpusnas RI dan Badan Bahasa. Bagi saya, tahun 2021 adalah tahun dengan banyak hadiah.

Please follow and like us:
error1
fb-share-icon0
Tweet 5

Puisi Gol A Gong: Aku Sudah Berkali-kali

Aku gegar otak tapi sempat menulis pesan: Apakah para penghasut sudah ditangkapi?

Teman-temanku bingung menjawabnya lebih mudah menangkapi koruptor dia bisa berbagi duit di bui jika penghasut licin bagai belut didor saja di jalanan

Aku gegar otak tapi sempat menikmati berita TV: Apakah kita masih marah saat beragama?

Aku kini sudah mati berkali-kali orang menghidupkanku lagi dan lagi

*) Gol A Gong, Rumah Dunia 20-11-2020

Please follow and like us:
error1
fb-share-icon0
Tweet 5

Selamat Kepada Tatu Chasanah – Pandji Tirtayasa di Pilbup Kabupaten Serang 2020-2025

Saya mengucapkan selamat kepada pasangan Tatu Chasanah-Pandji Tirtayasa sebagai petahana di Kabupaten Serang yang menang lagi pada Pilbup Serentak 9 Desember 2020. Saya membaca hasil penghitungan suara atau real count Komisi Pemilihan Umum (KPU), Tatu-Pandji menang telak dengan perolehan 63,4 persen suara, sedangkan paslon Nasrul Ulum-Eki Baihaki meraup 36,6 persen suara. Luar biasa. Suara yang masuk ke KPU ini sudah mencapai 100 persen.

Pasangan Ratu Tatu-Pandji di Pilbup Kabupaten Serang 2020-2025 ini diusung 10 partai politik yakni Golkar, PAN, PDIP, PBB, PKS, PPP, Hanura, Berkarya, Nasdem, dan PKB. Koalisi gemuk. Sedangkan Ulum-Eki didukung Partai Demokrat dan Gerindra.

Please follow and like us:
error1
fb-share-icon0
Tweet 5