Empat Buku Kumcer Produk Pelatihan Safari Literasi Duta Baca Indonesia dan SIP Publishing

Menu utama Safari Literasi Duta Baca Indonesia – Perpusnas RI selain orasi literasi, pertunjukan seni, peluncuran dan bedah buku, diskusi, bazar buku murah, dan hibah buku adalah pelatih menulis (esai, kisah inspiratif, cerpen, atau novel).

Nah, untuk wilayah Banyumas bersama SIP Publishing pimpinan Indra Defandra di awal 2022 ini sudah mengeluarkan 4 buku kumcer.

Tujuh Buku Produk Duta Baca Indonesia Mengawali 2022

Alhamdulillah, mengawali 2022 dengan penuh kebahagiaan. Tujuh buku terbit sebagai produk pelatihan menulis dan Safari Literasi Duta Baca Indonesia setelah – Perpusnas RI :

Penerbit Epigraf:
1.Catatan Terakhir – kisah inspiratif – Kuningan

SIP Publishing:
2.Harta Karun – kumpulan cerpen – Purwokerto
3.Sarah – kumpulan cerpen – Banyumas
4.Stasiun – kumpulan cerpen – Banjarnegara
5.Akbar – kumpulan cerpen – Cilacap

Berani Bermimpi Meski Pandemi

Wah, ini betul-betul kejutan. Para pelajar SD Terang Bangsa Semarang tidak mau menyerah. Mereka menolak jadi generasi rebahan. Pandemi boleh saja menyerang, tapi itu tidak membuat kreativitas mereka melempem.

Buku “Berani Bermimpi Meski Pandemi” (BBMP) ini ditulis oleh siswa-siswi SDK Terang Bangsa. Mereka dibekali dulu pelatihan menulis pada 26-28 Oktober 2021.

Paling menarik adalah kisah di balik terbitnya buku BBMP. Ternyata itu adalah pesan dari Ganjar Pranowo – Gubernur Jawa Tengah, yang meminta kepada seorang murid SDK Terang Bangsa, agar mengajak teman-temannya menulis. Itu diceritakan dengan indah oleh Faith Abe Tanaya – murid Kelas 6 – dengan judul “Bertemu Pak Gubernur”.

Walikota Aceh Perangi Rentenir Lewat Buku

Minggu 27 November 2021, Safari Literasi Duta Baca Indonesia bersama Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Banda Aceh mampir ke pendopo. Saya mewawancarai Walikota Banda Aceh, H. Aminullah Usman, SE.Ak, MM. Dia menulis buku berjudul “Ala Aminullah Perangi Renternir”.

“Saya mantan bankir. Misi renternir itu memiskinkan orang semiskin-miskinnya,” tegas Aminullah. “Kita harus perangi renternir!”

error

Enjoy this blog? Please spread the word :)