Oleh: Muhzen Den
Berdasarkan data BPS tahun 2024, ada 30,85 persen penduduk Indonesia berusia di atas 15 tahun memiliki ijazah SMA atau sederajat. Sementara dari seluruh penduduk Indonesia berusia di atas 15 tahun, hanya 10,20 persen di antaranya menyelesaikan pendidikan di tahap perguruan tinggi.
Artinya, tidak semuanya lulusan SMA atau sederajat memilih untuk melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi. Hal itu terjadi karena beberapa faktor, salah satunya ekonomi.
Meskipun ada lulusan SMA atau sederajat yang melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi. Biasanya, mereka akan terjebak pada sebuah pilihan kampus dan jurusan mana yang akan dipilih nanti.
Memang tidak mudah memilih kampus dan jurusan. Ada beberapa pertimbangan yang harus dilalui. Salah satunya soal setelah memilih jurusan ini, apakah kita akan mendapatkan pekerjaan yang diharapkan dengan gaji maksimal? Hal ini masih tanda tanya dan tak pasti.
Namun, Bankrate melakukan studi yang menganalisis gaji rata-rata dan tingkat pengangguran di antara para lulusan kuliah. Dalam studinya menggunakan data Survei Komunitas Amerika dari Biro Sensus dan mempertimbangkan gaji serta tingkat pengangguran dari para sarjana yang bekerja atau sedang mencari pekerjaan.
Studi itu menemukan bahwa teknik elektro menjadi jurusan dengan gaji rata-rata tertinggi di antara sarjana lain. Tak hanya tingkat pengangguran saja yang rendah, profesi di bidang teknik elektro diproyeksikan bakal tumbuh sebesar sembilan persen selama 10 tahun ke depan.
Berikut ini 10 jurusan kuliah yang mampu menghasilkan gaji besar bagi para lulusannya menurut studi tersebut seperti dikutip dari laman cnbcindonesia.com.
- Teknik Elektro
Rata-rata gaji: USD115 ribu atau sekitar Rp1,78 miliar (asumsi kurs Rp15.560/USD).
Tingkat pengangguran: 1,9 persen
- Teknik Komputer
Rata-rata gaji: USD112 ribu atau sekitar Rp1,74 miliar
Tingkat pengangguran: 2,1 persen
- Teknik Perminyakan
Rata-rata gaji: USD100 ribu atau sekitar Rp1,55 miliar
Tingkat pengangguran: 0,9 persen
- Teknik Penerbangan
Rata-rata gaji: USD105 ribu atau sekitar Rp1,63 miliar
Tingkat pengangguran: 1,9 persen
- Teknik Material
Rata-rata gaji: USD100 ribu atau sekitar Rp1,55 miliar
Tingkat pengangguran: 1,1 persen
- Teknik Mesin
Rata-rata gaji: USD100 ribu atau sekitar Rp1,55 miliar
Tingkat pengangguran: 1,9 persen
- Electrical Engineering Technology
Rata-rata gaji: USD100 ribu atau sekitar Rp1,55 miliar
Tingkat pengangguran: 2,3 persen
- Teknik Fisika
Rata-rata gaji: USD100 ribu atau sekitar Rp1,55 miliar
Tingkat pengangguran: 1,5 persen
- Teknik Kimia
Rata-rata gaji: USD100 ribu atau sekitar Rp1,55 miliar
Tingkat pengangguran: 2,1 persen
- Ilmu Aktuaria
Rata-rata gaji: USD95 ribu atau sekitar Rp1,47 miliar
Tingkat pengangguran: 1,9 persen



