Prihatin atas Kondisi Pertiwi
Salah satu kelebihan kang Abik sekalipun mengambil latar luar negeri di hampir setiap novel yang ia buat, kang Abik selalu menyelipkan sikap kritisnya atas kondisi negeri disela-sela alur cerita dan dialog tokoh-tokohnya. Ia menyindir perkembangan demokrasi politik di Indonesia yang masih dikuasai oleh Money Politik (politik uang).
“Rakyat Indonesia tahunya uang, siapapun yang menyalonkan diri jadi wakil rakyat, apapun latar belakangnya, sebejat apapun rakyat tak peduli. Bagi mereka yang penting uang hingga nurani tak mampu berbicara. Korupsi masih menjadi budaya, dan peninggalan bangunan bersejarah kurang mendapat perhatian hingga apabila anak negeri ingin melihat bangunan bersejarah kerajaan-kerajaan yang tersebar di Indonesia tempo dulu akan sulit menemukannya” (h. 514)

Kehadiran novel kang Abik kali ini terasa lengkap, pembaca secara tak sadar akan mendapat berbagai khasanah disiplin pengetahuan disamping pesan moral yang tercecer di setiap alur cerita yang ditulis kang Abik dengan begitu filmis. Membaca novel ini serasa melihat film layar lebar dengan cerita mafia yang penuh kelicikan sebagai tokoh antagonis dan pemuda lurus baik hati dari Indonesia bernama Ayyas hadir sebagai tokoh protagonis yang begitu mengagumkan dan dicintai banyak orang.
Novel ini layak dibaca oleh berbagai kalangan. Berbagai disiplin ilmu yang terkesan serius bisa pembaca nikmati dengan menyenangkan. Tanpa merasa digurui.
Judul buku : Bumi Cinta (Sebuah Novel Pembangun Jiwa)
Penulis : Habiburrahman El Shirazy
Penerbit : AUTHOR Publishing
Cetakan : Pertama 2010
Tebal : 546




