Notes from Qatar

Mimpi apa semalam, tiba-tiba Dedi M Sugiharto alias Diday Tea bersama Komunitas Diaspora dan KBRI Qatar, mengundang saya dan Tias ke Qatar pada 2012. Bagi saya ini adalah sama saja dengan mencicil mas kawin keliling dunia saya kepada Tias. Diday adalah peserta Kelas Menulis Rumah Dunia angkatan ke 4 (2004). Dia bekerja di Qatar sejak 2008.

Tapi ada peristiwa menarik sebelum saya mendarat di Qatar. Pertama ketika kami berada di Mumbai. Pada hari yang ditentukan, kami ke bandara hendak terbang ke Dubai. Apa yang terjadi? Maskapai King Fisher India bangkrut. Tiket hangus. Ketika minta ganti, mustahil. Sedangkan kami sudah harus memberi pelatihan keesokan harinya.

Bersama Dubes Indonesia untuk Qatar, KBRI Doha, 2012.
Please follow and like us:
error1
fb-share-icon0
Tweet 5

Gong Smash, Siap Terbit di Hari Ulang Tahunku

Puasa April 2021 kemarin saya main catur dengan Daniel Mahendra di Malka, Jl. Sukabumi 26B Bandung. Saya yang menang dong. Saya mengutarakan ingin menulis Gong Smash, sambil Ha-ha-ha-hihihi. Daniel langsung membuatkan cover bukunya. Wah, iseng-iseng yang membuat saya termotivasi.

Tapi keluh-kesah saya adalah kesulitan di soal “waktu”. Kapan bisa menulisnya? Apalagi setelah diamanahi jadi Duta Baca Indonesia 2021-2025 pada 30 April 2021 oleh Perpusnas RI, saya semakin kesulitan mengatur waktu.

Please follow and like us:
error1
fb-share-icon0
Tweet 5

Gerakan Indonesia Menulis Gol A Gong dan Maman Suherman

Gol A Gong sebagai Duta Baca Indonesia 2021-2025 DAN Maman Suherman – Sahabat Literasi Kemdikbud lahir dari rahim yang sama, yaitu Palmerah Selatan. Kami adalah anak ideologi Arswendo Atmowiloto – raja tabloid Indonesia.

Kini saya dan Maman aktif berkegiatan di dunia literasi. Semoga kolaborasi ini semakin mempererat tali persaudaraan sesama pegiat literasi – Perpustakaan Desa, Taman Bacaan Masyarakat, Rumah Baca, Saung Baca, Komunitas Literasi, apa pun namanya.

Please follow and like us:
error1
fb-share-icon0
Tweet 5

Duta Baca Indonesia Menyabet 3 Emas Badminton di Fespic Games IV 1986 di Surakarta

Aku masih ingat peristiwa bersejarah itu. Ada baligo bertuliskan “Selamat Datang Para Atlet Fespic games IV, 31 Agustus – 7 September 1986 di Solo, Kecacatan Bukan Penghalang untuk Berperestasi”.

Aku jadi atlet Indonesia di Pesta Olahraga Cacat se Asia Pasific ke empat atau Far East and South Pacific Games for the Disabled atau Fespic Games IV . Aku menyabet 3 medali emas di cabang badminton kelas amputi tangan; single, double, dan beregu.

Please follow and like us:
error1
fb-share-icon0
Tweet 5

Buku Baru Duta Baca Indonesia

Gong Smash
Novel
atau kisah nyata.
Entah.
Aku hanya ingin menulis saja.

GONG SMASH!
Dari Raket ke Pena
Dari Lapangan ke Petualangan

Harga Normal: Rp 99.900
Harga Prapesan: Rp 85.000

Prapesan: 15 Juli – 8 Agustus 2021

Terbit: 15 Agustus 2021
(tepat di hari ulang tahun Gol A Gong yang ke- …rahasia!)

Pengiriman buku mulai: 17 Agustus 2021

Hanya tersedia 300 eksemplar untuk prapesan.
Bonus tumbler eksklusif bagi yang beruntung.

Pemesanan: http://wa.me/6289522991122

Please follow and like us:
error1
fb-share-icon0
Tweet 5

Buku yang Ingin Kutulis Sejak Dulu…

Fespic Games – Pesta Olahraga Cacat Se Asia Pasifi, Kobe, Jepang, September 1989. Aku menyabet Emas double kelas amputi tangan. Medali Perunggu single.

Sewaktu Indonesia tuan rumah Fespic Games IV, 31 Agustus – 7 September 1986 di Surakarta, 3 emas badminton aku sabet semuanya. Single, double, dan beregu. Saat itu aku belum jadi Gol A Gong.

Please follow and like us:
error1
fb-share-icon0
Tweet 5