Roy dan Jesse di Balada Si Roy

“Jika kamu menulis novel harus berupaya agar pembaca percaya itu kisah penulisnya atau percaya bahwa itu pernah terjadi atau merasa itu seperti kisah si pembaca. Itu sama halnya seperti kitab-kita suci yang dipercaya oleh umatnya sebagai firman Tuhan,” doktrin guru menulis.

Balada Si Roy karya Gol A Gong juga begitu. Hasil riset selama 6 tahun dari 1981 hingga 1987 membuat novel itu hidup dan jadi bagian dari pembacanya. Jangan heran jika para pembaca ada yang merasa dirinya jdai Roy, Dullah, Ani si Dewi Venus, Jesse, dan yang lainnya.

“Itu keberhasilan riset,” Gol A Gong menegaskan. “Saya banyak mewawancarai orang secara informal, mengamati prilaku teman-teman, mendengarkan siapa saja yang curhat kepada saya,” tambahnya. (Mister Gokref/Foto Zico sebagai Roy dan Indri sebagai Jesse)

Please follow and like us:
error1
fb-share-icon0
Tweet 5

Ingin Jadi Penulis? Banyak Membaca, Bergabung ke Komunitas Penulis!

Sebelum menulis, lakukan hal ini: membaca dan berdiskusi dengan teman-teman. Sambil ngopi boleh. Bergabung di komunitas literasi tentu oke. Nah, dengan dua kegiatan ini, nanti akan muncul banyak ide. Setelah itu, pelajari beragam teknik menulis. Bisa otodidak.

Saya melakukannya dengan kuliah di Fakultas Sastra UNPAD Bandung. Atau mengikuti pelatihan menulis. Bebas. Dengan siapa saja. Tapi sebaiknya dengan mentor penulis. Memang harus ada investasi. Anggap saja sedang kuliah. Setiap penulis sekarang membuat Kelas Menulis Online. Silakan dipilih sesuai kebutuhannya.

Please follow and like us:
error1
fb-share-icon0
Tweet 5