Buku Bajakan di Kampung Inggris Pare Kediri

Saepurrohman – golagongkreatif.com melaporkan langsung dari Kampung Ingrris, Pare Kediri

Saya berangkat ke Kampung Inggris Pare Kediri pada 11 Agustus 2022—hanya membawa empat buku: tiga novel, dan satu lagi buku ilmiah yang berkaitan dengan Islam. Pada mulanya ingin membawa banyak buku, tapi teman menyarankan jangan terlalu berlebihan.

Tentu saja, buku-buku yang saya bawa dapat meringankan pengeluaran. Pasalnya, teman-teman saya saat weekend selalu pergi ke tempat wisata seperti Bromo, Bali, dan lain sebagainya. Dan saya, setiap weekend selalu dihabiskan untuk membaca buku.

D’Celup Chicken Crispy yang Menggugah Selera Makan

Saepurrohman – Wartawan golagongkreatif.com melaporkan dari Kampung Inggris, Pare, Kediri

Semua orang yang pernah datang ke Kampung Inggris, Pare, pasti tahu persis bahwa makanan di sini sangatlah murah meriah. Saya sudah banyak mengulas tentang makanan di Kampung Inggris, seperti; ayam geprek, gorengan, cilok, dan lain sebagainya.

Memang makanan itu sangat murah dan terbilang tidak masuk akal, kenapa mereka bisa menjual harga segitu, padahal BBM Bersubsidi sedang naik tinggi. Tapi perlu diketahui bersama, di Kampung Inggris juga ada beberapa makanan kelas menengah ke atas yang memang perlu diulas.

Max Awuy Tokoh Idealisme Wartawan di Novel Ca-Bau-Kan

Saepurrohman – Wartawan golagongkreatif.com

Ca-Bau-Kan merupakan novel yang saya kenal dari teman yaitu Muhammad Nanda Fauzan. Dia mengatakan bahwa Ca-Bau-Kan adalah novel terbaik yang ditulis oleh Remy Sylado.

Atas dasar itulah, saya ikut memburu novel Ca-Bau-Kan. Mengingat, saya sangat suka sekali dengan karya-karya Remy Sylado. Dan tentu, Ca-Bau-Kan merupakan karya kelima yang saya baca dari roman yang ditulis Remy.

Gorengan di Kampung Inggris Pare Kediri, Murah Banget!

Saepurrohman – Wartawan golagongkreatif.com melaporkan dari Kampung Inggris, Pare Kediri

Malam ini tepatnya pada 21 Desember 2021, saya bersama tiga kawan yang satu camp di ELLA (English Learning Area) mencari ATM BRI yang ada di Kampung Inggris.

Google Maps menunjukkan dari tempat kami menuju ATM BRI jaraknya 1,2 Km dan harus ditempuh dengan waktu 6 menit untuk baik motor. Pada akhirnya, kami konvoi naik sepeda, dan satu kawan saya naik motor.

Ronald: dari Tukang Sablon ke Tukang Cukur di Kampung Inggris

Saepurrohman – Wartawan golagongkreatif.com melaporkan dari kampung Inggris, Pare Kediri

Ronald, pemuda berumur 30 tahunan berhenti menjadi tukang sablon di perusahaan bosnya—setelah dia mengabdi sepuluh tahun lebih. Dia pulang ke kampung halamannya dengan sedikit modal yang telah didapat dari hasil kerja kerasnya itu.

Dia dipaksa berpikir untuk menghidupi keluarga kecilnya. Dia memiliki dua orang anak yang masih kecil—dan sudah barang tentu harus menafkahi sepenuh hati. Namun, dia mengaku saat berhenti menjadi tukang sablon—belum memiliki keberanian untuk membuka usaha apapun.

error

Enjoy this blog? Please spread the word :)