Jika traveling ke Singapura, Cobain Sholat Subuh di Masjid Abdol Gafoor Little India

Apa yang akan Anda lakukan jika sedang traveling? Tentu kuliner, shoping, city tour, dan menikmati kulinernya. Jika semua itu sudah kita lakukan? Apa lagi? Biasanya saya menikmati cita rasa seninya dan kehidupan beragamanya. Nah, jangan jauh-jauh dulu, traveling ke Singapura dulu, deh. Jangan anggap traveling ke Singapura itu mahal, ya. Malah leih murah daripada traveling ke Bali atau Papua.

Biasanya setiap traveling, saya memaksakan diri harus sholat subuh di masjid kota itu. Ternyata di Singapura yang sering kita anggap liberal, kehidupan beragamanya indah dan tenang. Di depan setiap masjid, selalu ada hotel. Mau yagn kelas backpackers hotel (Rp. 250 ribu) juga ada. Di Singapura saya sudah sholat di hampir semua masjidnya. Di Masjid Sultan (1826) Kampung Bugis, Masjid Fatimah (1846) di kawasan Geylang, Masjid Jamie atau Chulia (1826) di China Town, Masjid Angolian (Little India),

Please follow and like us:
error1
fb-share-icon0
Tweet 5

Bangga Sarungan ala Baduy di Singapura

Di foto ini saya menggunakan sarung berwarna putih, kemeja dengan motif batik Baduy, dan ikat kepala berwarna hitam. Setiap traveling, saya nyaman bersarung. Pernah di Singapura, didatangi polisi. Mereka menanyakan paspor dan kenapa memakai sarung. Saya jawab saja, “Saya turis. Mau shoping dan bangga dengan sarung serta batik Indonesia.” Kalau di India, Bangladesh, Pakistan, Bangkok, Kamboja, Vietnam, dan Laos bersarung tidak jadi masalah. Gara-gara pandemi, rencana traveling ke beberapa daerah dan Kamboja-Vietnam gagal. (GG)

Please follow and like us:
error1
fb-share-icon0
Tweet 5