Guru Menulis, Ingat Emak dan Bapak

Emak dan Bapak saya guru. Mereka ingin sekali menulis kisah hidupnya. Pernah menulis dengan tulisan tangan atau ngobrol panjang lebar. Hingga hari ini, saya sering merasa berdosa tidak sempat menuliskannya untuk mereka. Bapak sudah berpulang, Emak sesekali bercerita di usianya yang udzur.

Ketika saya duduk bersama guru-guru se-Banten, menyimak, meresapi paparan Mohammad Ihsan – CEO Media Guru dan penggagas Satu Guru Satu Buku, di Hari Buku Nasional, Untirta Banten, Sindang Sari, Kabupaten Serang-Banten, Kamis 27 Mei 2021, saya teringat Emak dan Bapak.

Please follow and like us:
error1
fb-share-icon0
Tweet 5

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *