Cerpen: Sarah dan Satpam

Sarah memohon kepada si petugas mini market, “Saya minta maaf, Mas. Saya nggak akan ngulang lagi…”
“Mbak ini tampangnya orang kaya, tapi nyuri!”

Sarah menyeka air matanya yang jatuh. “Iya, betul, Mas,” suaranya terbata-bata. “Tapi itu dua tahun lalu… sebelum suami saya meninggal karena Covid…”

“Kebiasaan hidup enak kali ya, si mbaknya!”
Sarah hanya bisa mengangguk.

“Terus, hartanya habis!”
“Semuanya dapat ngredit, Mas. Pada disita bank,” Sarah menunduk.
“Sudah, sudah!” Satpam mengibaskan lengannya.
“Terus?” si penjaga masih ngotot.
“Mbak…”
“Saya udah boleh pergi, Mas Satpam?”

Please follow and like us:
error18
fb-share-icon0
Tweet 5

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

error

Enjoy this blog? Please spread the word :)