Cerpen: Sarah dan Satpam

“Boleh, Mbak. Tapi, silakan, ambil secukupnya. Saya yang bayar,” suara si satpam menenangkan diiringi senyuman.

Sarah kaget dan tidak percaya.

“Mbak pasti lupa sama saya.”
“Siapa ya, Mas?”
“Mbak inget nggak sama Bu Imah?”
“Oh, ya. Bu Imah yang suka mijat itu, ya?”
“Iya, Mbak. Berkat kebaikan Mbak, adik saya sekarang lulus kuliah. Sudah kerja di klinik sekarang.”
“Oh syukurlah…”

Si petugas hanya bisa melongo.

Please follow and like us:
error18
fb-share-icon0
Tweet 5

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

error

Enjoy this blog? Please spread the word :)