Cerpen: Akbar

“Antar ke kantor PT Elang Perkasa,” Akbar melihat ke jam dinding. Jarum kecil menunjuk ke angka 9 dan jarum besar ke angka 3.

“Sudah malam, Pak. Pasti Pak Wisnu sudah pulang.”

“Dia masih di kantor. Nunggu.”

“Baik, Pak. Saya siapkan mobilnya.”

“Tunggu sepuluh menit lagi!”

“Siap, Pak!” Kemudian kepala itu hilang dan pintu ditutup.

            Abar berdiri mengenakan jas. Dia memutar tubuhnya. Foto Presiden, Wakil Presiden, dan burung garuda di dinding belakang menatapnya dengan tajam. Dia memandangi dinding-dingding ruangannya. Beberapa foto dirinya yang sedang dikalungi medali emas  menertawakannya. Di pojok dekat lemari es, dia merasa melihat kayu bakar dengan api berkobar.

            Amplop coklat itu dipandanginya lagi. Dia tidak bisa menolaknya, karena itu pemberian sahabatnya.

Please follow and like us:
error18
fb-share-icon0
Tweet 5

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

error

Enjoy this blog? Please spread the word :)