Cerpen: Akbar

            “Pak! Beliin mobil, dong! Yang seken aja! Agung malu sama temen-temen!”

            “Kamu belum pantes pake mobil,” isterinya membela.

            “Apa kata ibumu itu betul. Kalau pun Bapak punya uang, Bapak tidak akan membelikanmu mobil. Dengan motor juga sudah cukup. Coba lihat temen-temenmu yang jalan kaki. Yang ke mana-mana naik angkutan kota.”

            “Ah, payah! Temen-temen Agung yang bapaknya kepala dinas juga pada bawa mobil. Apalagi yang anggota dewan, mobilnya mewah semua!”

            Akbar terganggu dengan percakapan bersama anaknya, hampir setiap hari merengek terus ingin mengendarai mobil. Dia menyesal menceritakannya kepada Wisnu.

            PING!

Akbar memeriksa gawainya. “Iya. Lebih baik dikembalikan, Pak. Urusan mobil, mungkin kita harus kompromi. Bilang saja ke Agung, kalau lulus SMA, nanti dibelikan mobil.” Itu pesan dari isterinya.

Please follow and like us:
error18
fb-share-icon0
Tweet 5

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

error

Enjoy this blog? Please spread the word :)