Sufi Kampung

Pak Awang bercerita, saat itu sedang mencuci mobilnya di garasi. Tiba-tiba Mang Pei muncul dan menunjuk-nunjuk mobilnya dengan menyebut merek mobil mewah. Pak Awang hanya geleng-geleng kepala. Mobinya memang merek tiak terkenal dan jenisnya sudah ketinggalan zaman. Tapi keesokan harinya pihak Bank Pemerintah menghubunginya dan mengabarkan, bahwa Pak Awang memenangkan sayembara bulanan dengan hadiah mobil mewah merek yang disebutkan Mang Pei.

Pak Salam juga bercerita. Dia sedang mengasuh cucunya yang masih balita di teras rumah. Tiba-tiba Mang Pei muncul dan mengaji dengan merdu. Pak Salam merasa heran, kok Mang Pei yang dianggap gila bisa mengaji. Lima tahun kemudian, cucunya juara lomba mengaji di sekolahnya dan sudah hafal 30 juz.

Aku kunci stang. Aku berlari bergabung dengan Pak Awang dan Pak Salam ke pemakaman kampung. Tidak lama di belakangku mengekor orang-orang yang entah datang dari mana. Ternyata kematian Mang Pei sudah menyebar ke seantero sudut kota.

 Tiba-tiba seorang anggota keluarga Mang Pei muncul dengan kotak dus bekas air mineral. Dia menyodorkannya kepada orang-orang yang entah datang dari mana. Uang kertas berwarna biru dan merah berlembar-lembar masuk ke kotak dus itu sampai penuh.

 Tanpa aku duga, keranda itu bergoyang-goyang dan terguling ke tanah. Keempat anak tanggung itu tertawa-tawa mengikuti gaya Mang Pei. Keranda itu terbuka. Mang Pei melompat menari-nari. Dus itu terbang, uang kertas berwarna biru dan merah itu berterbangan.

“Dasar mata duitan! Mata duitan!” Mang Pei menunjuk-nunjuk kerabatnya.

 Keempat anak tanggung itu masih tertawa-tawa bergaya seperti Mang Pei sambil memunguti uang. Aku tertegun. Pak Awang dan Pak Salam juga. Tapi tanpa aku duga – entah siapa yang memula atau mengomandani, semua orang tertawa-tawa dan menari-nari seperti keempat anak tanggung itu. Sementara Mang Pei berlari mengejar kerabatnya sambil berteriak-teriak, “Mata duitan! Mata duitan!”

*) Kota Lama Kupang, 6 Juni 2022

REDAKSI; Silakan mengirimkan cerpen antara 350 – 500 kata. Perhatikan! Cerpen harus 1 lokasi, 1 peristiwa, dan endingnya diplintir atau plot twist, membuat pembaca terkejut. Ini biasa disebut flash fiction atau fiksi mini. Kirimkan ke email ; gongtravelling@gmail.com . Ada uang pengganti pulsa Rp 100.000 dari Honda Banten dan Ayam Geprek Dewek Banten.

Please follow and like us:
error18
fb-share-icon0
Tweet 5

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

error

Enjoy this blog? Please spread the word :)