Literasi Anti Korupsi di Rumah Dunia

TRANSPARAN

          Kami sudah sepakat membangun Komunitas Literasi Rumah Dunia bukan sekadar mengisi waktu luang, tetapi ini investasi jangka panjang untuk membangun peradaban baru yang bersih dari korupsi. Di kota saya, korupsi sudah sangat membudaya. Sangat patronik dan primordial. KKN jadi semacam kebiasaan. Politik dinasti menyuburkan praktik KKN. Istilah “gubernur jendral”.

Dengan tagline “Rumah Dunia: Mencerdaskan dan Membentuk Generasi Baru yang cerdas, kritis, berani dan jujur lewat kata, rupa, swara, dan warna”, semangatnya melawan ketidakadilan, terutama memerangi korupsi di kampung sendiri, Banten.

Pertama kali yang harus kita lakukan adalah menunjuk ke diri sendiri dulu. Sebagai pendiri Rumah Dunia, maka saya harus mencontohkan, menjadi tauladan. Untuk urusan uang, walau pun kami yang jadi donatur, tetap Bendahara organisasi yang memegang. Jika ada sumbangan dari luar (donatur), relawan yang menerima. Kami mengajari mereka tentang spirit kerelawanan.

Bahkan transparansi ini kami lakukan kepada warga di sekitar Rumah Dunia. “Dari pintu ke pintu” kami kabarkan, bahwa biaya operasional Rumah Dunia itu dari infaq dan sodaqoh. Siapa saja boleh ikut bergabung. Keberadaan uang kas Rumah Dunia diunggah di media sosial, juga para donatur yang menyumbang. Para relawan juga menuliskannya di akun FB masing-masing.

Jadi, jika ada orang datang ke Rumah Dunia menyumbang, biasanya relawan yang menerima. Harus ada sesi pemotretan, kemudian diunggah di medsos. Jika orang itu tidak mau, biasanya ditulis “Hamba Allah” atau nama samaran yang disepakati.

Please follow and like us:
error3
fb-share-icon0
Tweet 5

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

error

Enjoy this blog? Please spread the word :)