Muhammad Izzuddin Syahid : Salahsatu Penulis Skenario dibalik Suksesnya Sinetron Sinetron Komedi di Televisi

Semenjak terjun di dunia skenario dari tahun 2016, Ia bersama tim sudah banyak merampungkan skenario untuk televisi. Sebut saja misalnya; Kabayan Sekolah Lagi (RCTI, 2016), Epen Cupen the Series (Global TV, 2016), Serial Anak Buyung Upik (RCTI, 2017), Dendang Cinta Wulan (MNCTV, 2018), Fatih di Kampung Jawara (MNCTV, 2018), LOL (TransTV, 2018), Tukang Ojek Pengkolan (RCTI, 2019), Santri Boy (ANTV, 2020), Preman Pensiun, Amanah Wali (RCTI, 2021), Jodoh Wasiat Bapak (ANTV, 2021), dan yang teranyar Kampung Jakarta (MNCTV, 2022). Serta film dokumenter dan FTV yang terlalu panjang jika disebutkan satu persatu.

Syakky yang pernah bergabung di Kelas Menulis Rumah Dunia angkatan 19 ini, mengaku suka menulis sejak kelas 2 SMP. Meski hanya mengantongi ijazah paket C lantaran SD dan SMP di DO karena sering bolos (bagian ini jangan ditiru ya, hehe), beruntung kemampuannya menulis kini ternyata menjadi profesi yang menopang hidupnya. Sebagai anak pertama dari 5 bersaudara, Syakky digembleng orangtuanya untuk mandiri. Ia memilih jadi penulis skenario disamping cuannya besar, ditambah keterbatasan ijazah yang membuatnya tidak bisa kerja di ranah formal.

Setiap profesi pasti ada aral melintang, tak terkecuali dunia penulisan skenario. Diawal gabung jadi tim penulisan skenario, Syakky pernah ditipu orang oknum sutradara yang “mencuri” naskah skenarionya. Pernah juga dicurangi produser yang menyunat honor bagiannya, sementara teman-teman satu timnya dibayar utuh.

Mungkin kita bertanya-tanya, berapa sih bayaran yang diterima seorang penulis skenario? Nah, menurut Syakky, perepisodenya lumayan gede, tergantung jam terbang. Ia yang mengaku masih pemula saja misalnya bisa dapat 2 s.d 4 juta perepisode, bahkan untuk proyek skenario sinetron Tukang Ojek Pengkolan (TOP) Ia mengantongi kurang lebih 80 juta rupiah. “Honor 4 bulan, bisa buat bekal nganggur selama setahun,” selorohnya sambil ngakak.

Meski menyita waktu, sehingga menggangu jadwal wakuncar, menulis skenario terbilang fleksibel bisa dikerjakan di mana saja. Saat diwawancarai untuk pemuatan di golagongkreatif.com ini misalnya, Syakky mengaku tengah menulis skenario Kampung Jakarta di Batu Bantar Pandeglang sambil berkhidmat menjagai neneknya yang sudah sepuh. Sungguh anak yang soleh ya! hehe. Kita doakan lelaki gondrong doyan bercelana pendek yang punya rencana buka restoran ini segala impiannya terwujud. Aamiin. *

Please follow and like us:
error18
fb-share-icon0
Tweet 5

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

error

Enjoy this blog? Please spread the word :)