Mengatur Waktu antara Menulis dan Keluarga, tapi Kita Sangat Sibuk dengan Medsos

Di meja makan jangan berkeluh-kesa. Tapi berdiskusi, mencari solusi jika sedang ada masalah. Sekarang terkait profesi saya sebagai penulis. Saya menulis novel pukul 02.00 dini hari hingga 08.00, efektif menulis paling 3 jam. Sisa 3 jam lagi terpakai nge-ghibah di medsos. Bahkan saat mngisi Kelas Menulis Gol A Gong secara online, saya masih saja tersedot mampir ke akun medsos. Itulah cara saya beradaptasi.

Di meja makan kita sering memaki-maki kehadiran era digital, yang selalu kita kuatirkan membawa dampak buruk. Kadang medsos menjengkelkan ketika sudah dicampur bumbu politik, membuat saya jadi bermusuhan dengan kawan-kawan sendiri karena perbedaan ideologi, tapi kadang menemukan kawan-kawan baru yang entah berada di mana yang membuat bahagia karena satu visi. Selalu ada sisi baiknya. Sekali lagi, saya beradaptasi.

Saya sadar, di meja makan saya semakin hari semakin bertambah umur dan di dunia maya semakin banyak bermunculan akun-akun muda yang tidak memiliki tradisi membaca dan a-historis. Teraa sekali. Paling repot kalau sudah berhadapan dengan para buzzer atau tim sukses para calon kepala daerah. Kalau tidak beradaptasi, saya akan terpental ke pinggir jalan.

Langkah apa yang akan saya tempuh? Setiap hari menu di makan berganti-ganti dengan cepat. Saya raya cara terbaik adalah dengan menikmati saja semuanya dengan gembira. Dengan bahagia. Dunia nyata, sudah. Dunia maya, sedang dilakoni. Dunia akhirat, kita tidak pernah tahu. Barangkali saya atau kamu dulu yang memasukinya. *

Gol A Gong

Please follow and like us:
error18
fb-share-icon0
Tweet 5

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

error

Enjoy this blog? Please spread the word :)