Karena penggunaan playground di luar batas, maksudnya siang dan malam playground aktif dimanfaatkan oleh anak-anak akhirnya playground rusak. Besi penyangga ayunan patah. Dengan cepat anak-anak melapor ke saya, “Ka Salam ayunannya rusak. Ka Salam tolong perbaiki,” kata anak-anak dengan muka penuh harap.

Saya foto bagain besi yang patah, lalu saya kirimkan foto tersebut ke grup relawan. Gol A Gong langsung menanggapi dan mengintruksikan salah satu relawan untuk memanggil tukang las besi di kampung sebelah. Tukang las datang. Tidak butuh waktu lama kurang lebih dua jam kerusakan bisa ditangani. Anak-anak yang akan bermain ikut menonton perbaikan. Setelah selesai perbaikan mereka senang bukan main.

Beberapa tahun belakangan, sebelum sumbangan playground dari Yayasan Erick Thohir datang, anak-anak menyalurkan hasrat bermain prosotan di tangga gedung Rumah Dunia. Tidak hanya itu, kadang-kadang juga bergelayutan di pintu tralis, memukul-mukul kipas AC, samapi mencoret-coret tembok gedung dengan patahan batu bata merah. Tentu kegiatan bermain seperti ini sangat membahayakan anak, dan tentunya merusak fasilitas yang ada di Rumah Dunia.

Alhamdulillah, setelah Rumah Dunia memiliki playground yang baru hasrat bermain anak-anak di sekitar Rumah Dunia mulai terwadahi. Saya mulai jarang melihat anak-anak bermain prosotan di tangga gedung. Anak-anak juga mulai tidak terlihat mencoret-coret tembok dengan potongan batu bata. Alhamdulillah, anak-anak juga tidak memukul kipas AC dan pintu rolling dor. Sekarang, setiap hari anak-anak terlihat berkumpul dan bermain di playground.

Saya jadi ingat dengan perkataan Gol A Gong. Ia mengatakan, “anak-anak yang merusak di latar belakangi karena keinginannya tidak terfasilitasi dengan baik, sehingga anak-anak mencari perhatian dengan merusak. Kita, sebagai relawan harus sabar. Harus ikhlas.” (*)

Please follow and like us:
error53
fb-share-icon0
Tweet 5

ditulis oleh

golagong

Duta Baca Indonesia 2021-2025 - Penulis 125 buku - Motivator Menulis - Pendiri Rumah Dunia