Maka Ini Rumah Kita, Sayang…. , hadir untuk pembaca budiman. Didalamnya kami mencoba membagi pengalaman tentang kehidupan sehari-hari, yang sedang belajar membangun keluarga sakinah mawadah warrahmah.

Bagi kami keluarga harus bermula dari ibu, setelah itu bapak. Allah sudah menyatakannya dalam Al-Qur’an. Ibu adalah penentu segala kemajuan zaman. Pada ibulah sebuah rumah akan bersinar atau tidak. Pada ibu pulalah para penghuni rumah kelihatan berseri atau bermuram durja. Ibu ibarat pondasi sebuah negeri, karena anak-anak bangsa bergantung pada kekokohannya.

Maka kami mengibaratkan keluarga adalah sebuah rumah surga, dimana didalamnya ada anak-anak sebagai tiang-tiangnya dengan segala canda dan tawanya. Ibu perekatnya. Sedangkan bapak yang menjaga keseimbangannya. Jika salahsatu dari unsur itu tidak harmonis, maka ambruklah rumah surga itu. Bukan surga yang didapat, tapi malah neraka jahanam.

Harmonisasi itu harus dibina dan dijaga terus-menerus, dengan berbagai ujian dan cobaan dalam kehidupan, karena tak ada rumus pasti untuk menjadikan sebuah keluarga selalu mesra. Keseimbangan itu terletak di hati, saat masing-masing menyadari kodrat, fitrah dan eksistensi dirinya. Keterbukaan dan kesabaran menjadi komponen penting dalam sebuah rumah, untuk menuju seimbang dan harmoni, di bawah ridla Allah semata.

Setiap keluarga pasti memiliki skala keseimbangan dan harmoni yang tidak dapat jadi tolok ukur yang sama bagi keluarga lain. Masing-masing memiliki kelebihan dan kekurangan, plus minus, yang hanya dapat menjadi cermin setiap individu.

Please follow and like us:
error54
fb-share-icon0
Tweet 5

ditulis oleh

golagong

Duta Baca Indonesia 2021-2025 - Penulis 125 buku - Motivator Menulis - Pendiri Rumah Dunia