Nah, karena ada keponakan, agar dicitrakan sebagai Uwak yang baik, aku harus menyediakan sajian makanan yang baik dan sehat, dong. Wkwkwkwk. Betapa hidup adalah pencitraan. 🤣

Pagi ini masak nasi goreng bunga telang biar dapat efek nasi yang kebiruan. Membutuhkan banyak bunga telang untuk mendapatkan warna biru terang. Sedangkan aku cuma petik beberapa buah –itu juga dikerubutin semut-semut kecil– jadi ya wajar kalo warnanya ambigu gini. 🤭

Untuk lauk, aku tadinya mau cari yang mudah, dadar telur dan corned. Tapi mikir juga, inovatif sedikit napa. Jadi deh telur kudadar terpisah, lalu taburi wijen hitam panggang. Ini wijen kok stoknya nggak abis-abis, heran akutuh. 😂

Lanjut, cornednya aku campur dengan havermout supaya bisa dibuletin dan dipencet, menyerupai burger dalam krabby patty-nya Spongebob. Kecil-kecil gak apa-apa, biar irit. Kan sudah ada lauk lain. Teorinya sebelum digoreng dalam mentega, dicelupkan dulu di kocokan telur. Tapi aku lupa, malah telur dadar udah kumasak dulu semua. 🤣

Satu lagi yang kumasak adalah mie goreng. Ini nyeduh karena mengira nasinya terlalu sedikit, jadi asupan karbo bisa ditambah dari mie. Lagian aku udah lama nggak makan mie goreng. Aku pernah menulis jika ini termasuk makanan mevvah di rumah, yang nggak tiap hari bisa didapat dan disantap. Jadi kemarin aku beli yang paket, sekadar membayar rindu. Halah. 😂

Namun, menyeduh mie instan –dua bungkus lagi– adalah rindu yang dipaksakan. Cuma dua suapan sudah menutup celah rindu itu. Dasar ya, nafsu memang mudah menguasai manusya! Tapi nafsu kan nggak akan ngapa-ngapain kalo manusya nggak nurut gitu aja. Huh. Aku pun menyesal menyeduh dua bungkus, gara-gara jadi budak nafsu mie instan hari ini. 🤣Sehat-sehat ya, semuanya! ❤️

Tias Tatanka

Please follow and like us:
error54
fb-share-icon0
Tweet 5

ditulis oleh

golagong

Duta Baca Indonesia 2021-2025 - Penulis 125 buku - Motivator Menulis - Pendiri Rumah Dunia