Saya sebagai Duta Baca Indonesia menjadi saksi dari itu semua. Setiap saya ber-safari literasi ke daerah-daerah (terutama luar Jawa), saya menemukan 3 persoalan yang sedang dicarikan jalan solusinya oleh 2 institusi pemerintah itu. Apa saja?

Pertama: Kepala Dinas yang merasa dibuang. Biasanya menjelang pensiun, orang-orang yang tadinya jadi kadis di tempat-temat basah, dibuang ke Dinas Perpustakaan. Itu menyebabkan para pustakawannya tidak memiliki motivasi untuk membuat programprogram inovasi.

Sudah bermunculan Kepala Dinas Perpustakaan di beberapa daerah yang bergairah ketika ditempatkan di dinas ini. Di Kepulauan Riau Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Prov Kepri, Herry Andrianto, SE, MM, sungguh luar biasa. Terobosan programnya mengikuti arus zaman. Saya sebagai Duta Baca dibawanya bersafari literasi ke pulau Lingga, Anambas, dan Bintan. Sederet kegiatan literasi digelar.

Juga di Kalimantan Timur, di Maluku, di Sumatra Barat, di Jawa Timur, Jawa Barat, NTB, dan NTT dengan Bunda Literasi Juli Soetrisno Laiskodat. Semua bergerak membuktikan, bahwa trend literasi kita sedang menanjak.

Please follow and like us:
error53
fb-share-icon0
Tweet 5

ditulis oleh

golagong

Duta Baca Indonesia 2021-2025 - Penulis 125 buku - Motivator Menulis - Pendiri Rumah Dunia