Puisi tentang kekecewaan kepada para pemimpin yang korup tidak selalu harus dikatakan dengan gamblang. Puisi harus kita semunyikan, biarkan pembaca membukanya pelan-plan dan menemukannya sendiri. Tafsir bisa berbeda-beda dan itulah puisi, memiliki nilai universal. Bacalah:

Please follow and like us:
error53
fb-share-icon0
Tweet 5

ditulis oleh

golagong

Duta Baca Indonesia 2021-2025 - Penulis 125 buku - Motivator Menulis - Pendiri Rumah Dunia