Oleh Wahyu Christian Adi Setya

Pertanyaan itu berkelebat di kepala Bramantyo. Berkelindan dengan pijar celupak yang timbul tenggelam menerpa pias wajahnya. Ia masih tak menyangka, bahwa apa yang didengarnya pagi tadi bukanlah bualan belaka. Bahkan, apa yang diceritakan oleh Masyita masih belum kering dari telinga.

Please follow and like us:
error37
fb-share-icon0
Tweet 5

ditulis oleh

golagong

Duta Baca Indonesia 2021-2025 - Penulis 125 buku - Motivator Menulis - Pendiri Rumah Dunia