UUD 1945 pasal 28 melindungi kita dalam mengemukakan pendapat secara lisan dan tertulis. Pasal 29 Deklarasi Universal Hak-Hak Asasi Manusia menjamin itu. Yang penting, prinsip bebas dan bertanggung jawab harus kita pegang. Jangan memfitnah dan harus berdasarkan fakta dan data.

Semua orang bebas menentukan objek tulisannya. Topik yang ditulis tentang trotoar yang dirampas pedagang kaki lima, itu boleh. Kita harus mengumpulkan fakta dan datanya. Faktanya mulai dari pernyataan: trotoar unntuk pejalan kaki yang dirampas oleh para pedagang kaki lima. Datanya kita kumpulkan. Trotoar di mana sebelah saja yang dijadikan tempat berjualan, ada berapa pedagang kaki lima. Hal lainn,kit harus mendapatkan testimoni dari pelaku, pemegang kebijakan, dan konsumen.

Atau kita membuat opii tentang klaim-klaim dari Pemerintah Daerah dengan kotanya. Misalnya “Ambon Kota Musik”. Kita analisis. Kita cari fakta dan datanya. Apakah klaim itu betul atau hanya propaganda saja. Tapi untuk hal ini sangat mudah menemukan faktanya. Kita semua tahu kalau Ambon memang gudangnya pemusik. Siapa tidak mengenal Ade Manuhutu, Broery Pesolima, Ruth Sahanaya, dan Glend Fredly?

Jadi esai memang subjetivitas si penulisnya. Dia beriir tentang kritikan-ktitikan yang membangun, mengingatkan kita kepada tujuan awalnya: apakah komitmen itu konsisten dijalankan dengan program yang kontinuitasnya terjaga?

Gol A Gong

Please follow and like us:
error53
fb-share-icon0
Tweet 5

ditulis oleh

golagong

Duta Baca Indonesia 2021-2025 - Penulis 125 buku - Motivator Menulis - Pendiri Rumah Dunia