Cerita ini sebenarnya sudah lama terjadi. Saya hampir tidak lagi mengingatnya. Kalau saja permintaan menuliskan cerita saya tolak, kemungkinan besar ingatan itu akan hilang begitu …
Fiksi Mini: Wanita Berbaju Merah Karya Joko Santoso

Dunia Kata, Dunia Imajinasi

Cerita ini sebenarnya sudah lama terjadi. Saya hampir tidak lagi mengingatnya. Kalau saja permintaan menuliskan cerita saya tolak, kemungkinan besar ingatan itu akan hilang begitu …

Di ruang tamu sebuah rumah yang terlihat lengang, duduklah sepasang suami isteri sepuh, Ratna dan Darma. Mereka duduk di kursi rotan yang mulai berderit dimakan …

Sudah tiga kali ini aku menemukan bangkai tikus tanpa kulit di halaman rumah.Menyisakan daging merah yang membuatku mual setiap kali melihatnya. Beberapa hariterakhir aku dibuat …

Peron stasiun tua itu sunyi, hanya ditemani dengung lampu neon yang nyaris padam. Malam sudah larut, angin membawa bau besi berkarat. Di bangku kayu, seorang …

Hal lainnya Fiksi Mini versi Gol A Gong dan SIP Publishing harus 1 peristiwa dalam 1 lokasi dan waktu serta ending ceritanya mengejutkan atau twist ending. Kita mengenalnya sebagai plot twist. Seperti kopi, selama ini kita mengenalnya dengan rasa pahit atau manis, tapi segelas kopi di fiksi mini rasanya amis darah.

SMKN 10 Surabaya menggelar pelatihan menulis fiksi mini dengan menghadirkan Duta Baca Indonesia, Gol A Gong, Jumat 26 September 2025.

Akhirnya, dari arah kanan, Pak Danang muncul tergesa, napasnya sedikit tersengal, wajahnya berkeringat. Di tangannya ada dua gelas plastik bening berisi bubur kacang ijo, masing-masing dengan sendok plastik terselip.

Pandangan Raka berubah kosong. Pikirannya melayang ke kenangan tentang ayah dan ibunya, yang tak akan pernah bisa ia gapai lagi, namun tak akan pernah terhapus dari sanubarinya. Perlahan, Raka menyeka air matanya.

“Bu, maaf jika saya lancang. Saya penasaran sekali dengan kotak mungil ini. Kalau boleh tahu, apa isinya? Mengapa Ibu selalu membawanya?” tanya Laras sembari mengusap lembut kotak kecil itu. Kotak itu permukaannya aus tergenggam, seakan sering diusap dalam hening.

Tersenyum sekali lagi, Ilung Kadras berbalik dan berjalan menuju gerbang. Dlahap Parto kembali kehilangan kata-kata, tak sanggup melakukan apa-apa, dan hanya memandangi Ilung Kadras yang aneh itu. Kedatangannya yang tiba-tiba, pembawaannya yang lain dari yang dulu diingatnya, ditambah bau busuk yang masih menusuk-nusuk hidungnya membuat Dlahap Parto tercenung sendirian.

Arini tersenyum samar. Rasanya seperti menemukan kembali seseorang yang hilang di tengah badai hidup. Namun, di balik keharuan itu, ada hawa dingin yang perlahan merambat naik ke belakang tengkuknya.

Daripada jadi misteri dan penasaran seumur hidup, akhirnya aku putuskan untuk melihat ke café Komodo.
Tapi, tidak ada siapa-siapa! Di sana memang banyak orang. Aku penasaran; aku maju beberapa Langkah. Tapi juga tidak ada lelaki yang melambaikan tangan kepadaku! Bullshit! Ini prank! Ya, pasti kerjaan Gen Z untuk content medsosnya!

“Sudah cukup buktinya, Pak RT!” Ayah Santi menunjukkan foto-foto yang dibawa Ridwan. Pak RT langsung kembali ke kursinya. Dia lempar beberapa lembar foto ke meja.
Aku dan Pak RT berebut melihat foto-foto itu. Santi masih menangis dipelukan ibunya.

Fiksi mini versi Gol A Gong adalah cerita pendek antara 300 – 500 kata, 1 lokasi, dan twist ending (plot twist. Jika pun pindah lokasi, itu hanya ada dalam dialog. Ini tetap mengacu ke unsur intrinsik. Jadi masih bisa dipertanggungjawabjan dalam teori sastra.

Almar terduduk di atas ranselnya. Dia Kembali meneliti tugu “nol kilometer”. Beberapa truk Kembali muncul dan dia tidak lagi menyetop, karena semua berbelok ke kanan kemudian hilang ditelan kegelapan. Terdengar lagi bunyi mesin. Dia melihat ke pertigaan. Ada sorot lampu motor dari arah kiri. Motor yang tadi melintas!

Aku terus saja menguping pembicaraan mereka, yang memang sembrono dan liar dengan nada dikeraskan. Mereka sengaja melakukan itu, agar semua orang di Rendez-vouz Café memerhatikan mereka. Aku menyimpulkan, mereka termasuk orang yang senang menjadi pusat perhatian.

Aku biasa memarkir motor di sini jika hendak bekerja ke pabrik yang jaraknya sekitar 40 kilometer. Rumahku dan hampir semua orang yang memarkir motornya di sini, tinggal di perumahan yang letaknya menjorok sekitar 2 kilometer dari jalan raya provinsi. Perumahan untuk kelas pekerja. Rata-rata mereka bekerja di kawasan pabrik.