Para Pemimpi di Banten

Happy birthday, Maulana Wahid Fauzi (si Uzi) . Saya tulis ini Senin 22 Februari 2021. Kami berempat – Toto St Radik , Andi Suhud Trisnahadi, si Uzi , dan saya memulai dunia Kreativitas di Banten (minus Tangerang) sejak 1990-an bersama para sahabat di Cipta Muda Banten.

Kami para pemimpi. Mimpi kami setinggi mungkin. Kata Bung Karno, “Mimpilah setinggi langit. Jika pun engkau jatuh, jatuh di antra bintang-bintang.” Puitis sekali.

Hingga kini. 2021, kami terus bermimpi setinggi-tingginya.Alhamdulillah, hingga sekarang kami masih terus bergelut di sini. Jurnalistik, sastra, dan film. Kini kami merambah ke penerbitan, tanaman hias, dan kuliner hehehehe. Tentu berkat support para sahabat.

Pesan kami kepada yang muda, jangan menjiplak, saling dukung jika ada teman yang berkarya. Tetap semangat.

Please follow and like us:
error2
fb-share-icon0
Tweet 5

Rambutan dan Kenangan Bapak dan Emak

Sepulang dari pasar, saya mendapati sekarung rambutan di dapur. Kata si bungsu, dari Yuni Astuti – relawan Rumah Dunia yang mengelola pondok pesantren Salsabila, Dalung, Kota Serang. Yuni, terima kasih rambutannya. Saya merasa dunia tersenyum dengan silaturahmi “murid” dan “guru” ini.

Saya jadi teringat Bapak dan Emak. Saat saya kecil, setiap musim rambutan dan duren rumah penuh dengan kiriman buah-buahan itu. Bapak dan Emak saya guru di Serang, Banten. Murid-muridnya dari Warung Gunung, Petir, Walantaka, Pamarayan, Curug, Taktakan, Ciomas, Padarincang, Sayar, Mancak, Pulo Ampel, Pulo Panjang. Kampung-kampung itu pada tahun 1970-an penghasil buah-buahan.

Pokoknya setiap akhir dan awal tahun, kami pesta rambutan dan durian. Kadang ada juga kecapi dan jamblang. Dua jenis ini mulai langka. (GG)

Please follow and like us:
error2
fb-share-icon0
Tweet 5

Podium Syndrome

Setelah gagal jadi pilot karena tangan kiri harus diamputasi pada 1974, cita-cita saya pun berganti jadi dosen. Saya ingin berbicara di depan para mahasiswa. Tapi pada era Soeharto, gerak-gerik orang cacat terbatas. Gagal jadi dosen, akhirnya profesi menulis yang tidak diskriminatif saya pilih. Setiap saya diundang jadi pembicara di seminar atau mentor pelatihan, saya selalu tergoda jika ada podium. Saya harus berbicara di podium, berlagak jadi seorang dosen yang sedang memberi kuliah. Tentu dengan bahasa senyuman. Dan itu asik, hahahaha… (GG)

Please follow and like us:
error2
fb-share-icon0
Tweet 5

Gotong-Royong Membantu Saudara-saudara yang Kebanjiran di Kalimantan Selatan

Warga banyak yang merasa panik dan takut, karena banjir tidak pernah terjadi separah ini sebelumnya. Selain itu, Kalimantan Selatan yang terkenal dengan Kota Seribu Sungai dengan tanah gambutnya, dikhawatirkan terjadinya banjir yang semakin naik jika hujan terus menerus mengguyur.

Sahabat, inilah waktu kita untuk saling menguatkan, saling bergandeng tangan, bergotong royong, sedikit demi sedikit membantu mereka. Karena bantuan kita sangat berarti bagi mereka.

Klik https://bit.ly/tolongbanjirkalsel

Mandiri Syariah 7003 3465 38BNI 2001717171An. Yayasan Harapan Dhuafa Banten*Tambahkan kode unik “204” Contoh : Rp. 500.204

Konfirmasi : 0812-1212-2210

#lazharfa #harapandhuafa #banjir #banjirkalsel #bencana #bnpb #zakatmumenguatkan #sedekahmumenguatkan #bersamasalingmenguatkan

Please follow and like us:
error2
fb-share-icon0
Tweet 5

Love Story Gol A Gong dan Dewi Venus

Dewi Venus adalah mitologi Yunani, artinya tentang dewi cinta dan kecantikan. Keduanya menyatu. Di film Balada Si Roy besutan Fajar Nugros dari IDN Pictures, peran itu jatuh kepada Febby Rastanty yang menurut para pembaca sangat pas. Di dunia nyata, Gol A Gong sebagai penulis novel Balada Si Roy memilih Tias Tatanka sebagai Dewi Venus. Kisah cinta mereka bisa diikuti di “Love Story” akun YouTube GolAGong TV. Linknya di: https://www.youtube.com/playlist?list=PLiZtcSVZq__foYO0sEtBztj-CHO-1vre2 . Selamat menonton. Semoga menginspirasi. Jika urusan cinta, jangan mau kalah dengan Gol A Gong yang hanya berlengan satu. Eh, Dewi Venus kamu, siapa? (Mister Gokref)

Please follow and like us:
error2
fb-share-icon0
Tweet 5