Senyum Seni

Selamat pagi. Sudahkah kamu menghidangkan senyuman di meja makan? Banyak orang menganggap sepele seni. Padahal itu bagian dari kita, keseharian manusia. Seperti halnya sampah, sisi lain dari kita yang buruk. Seni hadir untuk memperhalusnya. Senyum seni memperhalus budi.

Aku dalam Dokumentasi Foto Saat Kecil

Setiap bangun di sepertiga malam, aku tidak kembali tidur hingga matahari terbit menghangatkan bumi. Bentuk rasa syukur yang aku lakukan adalah dengan bersujud dan kemudian merawat kebiasaanku, yaitu menulis. Di era digital ini, areal menulisku semakin luas; di FB, IG, WAG, dan tentu mengisi kategori-kategori di website personal literaturku – golagongkreatif.com. Dengan cara begini, aku mencoba menghindari kepikunan dan tentu gejala post power syndrome. Sekarang, aku tersadar, bahwa ini adalah hari kelahiranku, 15 Agustus 1963 – 15 Agustus 2022. Izinkan aku membongkar dokumentasi foto-foto saat kecil di Museum Literasi Gol A Gong.

Memilih Hidangan Teh atau Kopi di Meja Makan

Jika saya harus memiih antara kopi dan teh di mea makan, saya masih memilih teh. Lebih asik ketika melihat warnanya, tidak sepekat dan sepahit kopi. Ketika meminum kopi, perasaanku terasa pedih: kopi sudah pahit, hitam kelam warnanya, semakin menambah kepedihan. Itu sebab saya menulis buku puisi “Air Mata Kopi’, yang menggambarkan kepedihan nasib bangsa Indonesia – terutama para petani kopinya.

Ngopi dan Furen, Aduh, Jangan…

Hey, di meja makanmu ada terhidang durian nggak? wah, sekarang sudah mulai kota Serang harum durian. Hampir di setiap sudut jalan, durian oh durian. Di kotamu? Dua hal yang aku hindari sekarang adalah ngopren alias ngopi dan ngeduren. Aku sudah pernah mabok duren di Mancak, di Thailand, dan mabok kopi di kedai-kedai antara sepanjang Sabang, Banda Aceh, Takengon, Kutacane, Medan, hingga Pagar Alam. Di Bengkulu dan Lubuklinggau, apa lagi.

Sejarah dan Kaca Spion

Menu di meja makan kali ini tentang sejarah dan kaca spion. Soekarno pernah bilang, “Jas merah! Jangan sekali-kali melupakan sejarah!” Bagaimana? Apakah kamu pernah berpikir tentang sejarah ayah dan ibumu? Sejarah keluarga besarmu? Siapa kakek dan nenekmu? Siapa ayah kakek dan nenekmu? Terus tarik lurus ke atas? Sampaikah ke Nabi Muhammad SAW? Atau ke Nabi Adam AS? Ibaratnya kalau naik motor, lihat spion, dong! Kita harus tahu siapa saja kendaraan yang ada di belakang kita. Siapa tahu ada begal!

Gantung Raket, Oh!

Hello, semuanya. Menu di meja makan kali ini adalah tentang betapa pentingnya berolahraga. Ya, tentu penting. Bapaklah yang mengenalkan

Setiap saya melihat foto-foto lama sedang memegang raket, selalu muncul penyesalan: kenapa gantung raket? Andai saja sewaktu bekerja di perusahan penerbitan (Kelompok Kompas Gramedia), 1989-1994), dan TV (Indosiar dan RCTI), 1995-2008, saya bisa lebih disiplin mengatur waktu, mestinya tidak perlu gantung raket. *

error

Enjoy this blog? Please spread the word :)