Berbuka dengan Puisi

Setiap pulang ke rumah dari sebuah perjalanan, oleh-oleh untuk anak dan istri adalah prosa dan puisi. Aku tak sanggup memasukkan Indonesia yang indah ini ke dalam blue ransel yang setia kusandang ke mana pun pergi. Apalagi memasukkan masjid-masjidnya, yang begitu megah-mewah, sementara para kiyai dan jamaahnya mikin-miskin.

Ketika aku jelajahi Sumatra selama 50 hari (1 Mei – 23 Juni 2013), aku menemukan sedikit sekali orang Indonesia yang menyukai puisi. Ketika di Dewan Kesenian Riau, tak lebih dari 50 orang berpesta puisi, kalah riuh dengan ribuan orang Riau yang menonton pertunjukkan band. Begitu juga ketika aku berziarah ke makam Raja Ali Haji di Pulau Penyengat, tak banyak gurindam atau buku puisi dilahirkan dari pulau ini. Warganya terlalu sibuk menyambut para wisatawan asing dan domestik serta mengantarkannya dengan becak motor berkeliling pulau.

Please follow and like us:
error2
fb-share-icon0
Tweet 5

Tom Sawyer, Novel Pertama yang Saya Baca

Petualangan TOM SAWYER karya Mark Twain (Pustaka Jaya, Cetakan keempat, 1981). Novel ini saya beli 10 Maret 1985, harganya Rp 4500. Saya masih kuliah di Fakultas Sastra UNPAD Bandung.

Saya membeli buku ini karena terkenang peristiwa 1975. Saat itu tangan kiri saya diamputasi di CBZ ( RS Ciptomangunkusumo) Jakarta. Bapak menyuruh saya membaca novel ini – Bapak membelinya di Pasar Senen, agar saya lupa bahwa tangan kiri saya buntung.

Selamat Hari Buku Sedunia23 April 2021Setiap tahunkita merayakanHari Buku SeduniaMana buku karyamu?

#provokator #haribukusedunia #worldbookday #rumahdunia #perpustakaanmasyarakat #tamanbacaan

Please follow and like us:
error2
fb-share-icon0
Tweet 5

Bermimpilah, Lalu Bangun dan Wujudkan!

Setelah tangan kiriku diamputasi pada tahun 1974 (kelas 5 SD), hidupku dihiasi olahraga dan baca buku.

Kemudian menonton dan mendengarkan musik membuatku hidup rileks dan penuh mimpi.

Aku ingin terbang ke mana-mana.Kata Bapak, “Jika kamu bermimpi, segera bangun dan wujudkan!”

Olahraga dan buku membuatku lupa, bahwa aku memiliki kekurangan.

Di bulan puasa 1442 H ini, selain kepada Emak-Bapak, adik-kakak, anak-isteri, keluarga besar, aku ingin mengucapkan terima kasih kepada semua orang yang sudah mendukung, menemani mimpi-mimpiku.

Tanpa kalian, aku hanyalah debu.

Gusti Allah SWT sing mbales…

Please follow and like us:
error2
fb-share-icon0
Tweet 5

Spanduk Kegiatan di Dindikbud Kota Serang

Membaca status Rahmat Heldy Hs – Duta Baca Banten, yang sedang jadi nara sumber kegiatan bersama Dindikbud Kota Serang. Coba baca spanduk kegiatan di belakangnya:

“Pengelolaan Kebudayaan yang Masyarakat Pelakunya Dalam Daerah Kabupaten Kota” dan terus baca ke bawah…

Bagaimana menurut Anda? Mungkin saya mulai tua. Mau buka buku Bahasa Indonesia, malesnya minta ampun…

Please follow and like us:
error2
fb-share-icon0
Tweet 5

Public Figure di Headline Koran Radar Banten

Halaman pertama koran Radar Banten edisi Rabu, 17 Maret 2021, sangat menarik perhatian saya. Secara umum, peristiwa yang dilaporkan itu ditimbang dua unsur:

1. Unsur berita (5W plus 1H) 2. Nilai berita (CHuPPT)\

Nah, headline pertama :”Tuding Ada Pihak yang Manuver”.Jika merujuk ke CHuPPT, jenis kelamin berita ini tidak jelas. Siapa yang “menuding” dan “tertuding”. Beberapa komentar secara bercanda mengatakan, “Apakah ‘Tuding’ itu nama orang?”

Please follow and like us:
error2
fb-share-icon0
Tweet 5

Berita Berkelanjutan di Koran Lokal

Kehadiran koran lokal di Banten sangat besar kontribusinya kepada perkembangan perilaku masyarakatnya. Banyak berita yang dilaporkan para wartawannya berdampak positif kepada masyarakat luas. Para pejabat tidak bisa lagi sewenang-wenang dengan jabatannya (maladministrasi). Pelan-pelan, sedang terjadi perkembangan perilaku pejabat (kinerja) ke arah yang lebih baik. Terima kasih, para wartawan.

Di status ini, saya mengajak teman-teman ngopi atau nge-teh sambil membaca koran Radar Banten. Masih ingat berita yang ditulis pada Senin 15 Maret 2021? Di halaman “Radar Lebak” ada berita “Ayah Tiri Cabuli Anak Pejabat”.

Kita tercengang! Seorang ayah mencabuli anak tirinya! Dari berita itu, kita semakin tahu, betapa “seks” tidak lagi sakral tetapi sudah jadi kebutuhan mendesak yang harus segera disalurkan. Ketika hawa nafsu (seks) menggelegak, maka “lubang” harus segera dicari, tidak peduli “lubang” itu milik anak tirinya. Pokoknya, tersalurkan…

Please follow and like us:
error2
fb-share-icon0
Tweet 5

Aku Membenci Siapa, ya?

Di Indonesia ini ada 2 kelompok yang mudah kita identifikasi:

1. Kelompok pembenci Jokowi
2. Kelompok pembenci Anies Baswedan.

Setiap hari dua kelompok itu terus-menerus menuliskan kebencian mereka.

Sedangkan aku adalah orang yang membenci diriku sendiri, karena tidak berani mengambil keputusan untuk membenci Jokowi atau Anies. (GG)

Please follow and like us:
error2
fb-share-icon0
Tweet 5