Safari Literasi Sumatera #12: Dua Dosen Unpari Lubuklinggau Bedah Buku Apakah Negara?

Ahmad Wayang, – Wartawan golagongkreatif

LUBUKLINGGAU, golagongkreatif.com — Di kota ketiga, dalam perjalanan Safari Literasi Duta Baca Indonesia – Perpusnas RI menuju Temu Penyair Asia Tenggara ke-II, buku puisi Apakah Negara? karya Toto ST Radik kembali dibedah. Kali ini acara digelar di Universitas PGRI Silampari (Unpari) di Jalan Mayor Toha, Air Kuti, Kecamatan Lubuklinggau Timur 1, Kota Lubuklinggau, Sumatra Selatan.

Acara yang bertajuk Kuliah Umum dan Bedah Buku bersama Gol A Gong serta mengusung tema “Membangun Budya Literasi Menjadikan Mahasiswa Berkreasi” itu menghadirkan Toto ST Radik selaku penulis dan dua pembedah dari dosen Unpari, Rusmana Dewi dan Yohana Satinem, selaku Wakil Rektor bidang Akademik.

Resensi Buku: Nyeruput racikan kopi Jon Pakir

Oleh Anas Al Lubab – Wartawan golagongkreatif.com

Penulis : Emha Ainun Nadjib
Judul : Secangkir Kopi Jon Pakir
Penerbit: Mizan
Tebal : 348
Cetakan : Desember 2016

Saya sebenarnya jarang minum kopi kecuali bareng orang temen yang suka minum kopi. Namun beberapa malam menjelang tidur saya jadi kecanduan “minum” kopi racikan Jon. Tiap malam saya bisa menghabiskan 2 atau 3 cangkir.

Resensi Buku: Te-We, Peta Bagi Penulis Petualang

TE-WE : Peta bagi Penulis Petualang
Oleh Anas Al Lubab*
Judul buku : TE-WE (travel writer)
Penulis : Gol A Gong
Penerbit : Kepustakaan Populer Gramedia
Cetakan : Februari 2012
Jumlah Halaman : xiv + 103

Riuhnya buku-buku how to catatan perjalanan yang menyesaki rak-rak toko buku awal tahun 2012, membuat Gol A Gong yang usianya hampir setengah abad tak tahan untuk turun gunung kembali berbaur bersama para pelancong menghirup pesona alam bebas. Sebagai penulis yang dibesarkan dari pengalaman empiris selama melakukan perjalanan—Lihat buku; Perjalanan Asia (1993) dan The Journey (2008)—membuat Gong dengan mudah dan ringan membuat semacam kitab petunjuk bagi para backpacker yang hendak melancong sekaligus menuliskan pengalaman-pengalamannya selama di perjalanan untuk kemudian mengirimkannya ke berbagai media. >>> ke halaman berikutnya

Resensi Buku: Boy Candra dan Dunia Kepenulisan Kita

Oleh Sapurrohman – Wartawan golagongkreatif.com

Saya tidak mengenal baik karya Boy Candra, tetapi namanya sering sekali dibicarakan oleh teman-teman saya khususnya perempuan. Kemudian, banyak sastrawan menyeret namanya dan beberapa mengatakan bahwa karya Boy Candra tidak layak untuk dibaca. Begitulah nasib penulis novel populer selalu dihujani dengan kritik.

Dan kebetulan sekali, perkenalan saya dengan Boy Candra diprakarsai oleh novelnya yang berjudul Trauma. Jujur saja, cerita dalam novel ini sangat datar sekali. Tapi anehnya, walaupun saya tidak menikmati dengan baik, tapi bisa menyelesaikan ceritanya dengan baik. >>> ke halaman selanjutnya

Resensi Buku: Tadabbur Al Qur’an bersama Yai Edi

Anas Al Lubab – Wartawan golagongkreatif.com

Buku Tak Ada Ikan Asin di Lautan saya peroleh tanpa sengaja di etalase perpustakaan sekolah tempat saya mengabdi. Menurut petugas perpustakaan, ini merupakan buku denda atau penggantian kepada siswa yang menghilangkan buku pelajaran sekolah yang dipinjamkan kepada mereka.

Didorong oleh rasa penasaran saya pun meminjamnya. Nama Edi AH Iyubenu sudah sering saya lihat di medsos dan beliau termasuk produktif menulis, namun saya belum pernah sekali pun membacai bukunya. Mumpung ada, dibawalah buku tersebut oleh saya ke rumah. Qodarullah karena batuk kering yang membuat cenatcenut kepala saya pun izin tidak masuk sekolah selama 2 hari. >>> ke halaman berikutnya

Resensi Buku: Gaya Cerita Rendra

Anas Al Lubab – Wartawan golagongkreatif.com

Selusin lebih satu kumpulan cerpen Rendra di buku ini dibuat berdasarkan rentang waktu tahun 1950-1960-an. Sebagaimana pernyataan Edi Haryono (penyunting buku ini) dalam pengantarnya, mungkin pembaca tidak banyak tahu sekaligus akan terhenyak mendapati Rendra yang selama ini lebih akrab kita kenal sebagai maestro penyair atau pelaku seni peran terkemuka, ternyata juga pernah menjadi cerpenis yang cukup produktif di zamannya, meskipun pada akhirnya Rendra lebih memilih tenggelam di dunia pentas dan kepenyairan yang membesarkannya.

Menurut Haryono, penerbitan buku ini pun sesungguhnya atas rekomendasi Rendra sendiri kepadanya sebagai orang yang pernah menulis biografi Rendra, Rendra menyatakan bahwa sebagian cerpen-cerpennya di buku ini merupakan jejak rekam kisah hidupnya di masa lalu yang mungkin perlu juga diketahui pembaca disamping biografinya, sekaligus untuk menengok gairahnya pada saat itu yang menggebu ingin segera meraih popularitas sebagai penulis. Kita tahu hingga kini penerbitan karya cerpen yang lebih diterima pasar dibanding puisi, membuat cerpenis lebih cepat dikenal ketimbang penyair. >>> ke halaman berikutnya

Resensi Film: Setiap Anak Unik: Renungan Bagi Para Pendidik

Oleh Anas Al Lubab

Dalam sebuah keluarga kecil terdiri dari sepasang suami istri dengan dua orang anak, pasangan suami istri tersebut mendidik kedua anaknya dengan pola pengasuhan dan aturan disiplin yang seragam. Anak pertama selalu nurut dan mendapat nilai bagus sedangkan anak kedua berkebalikan dari kakaknya. Jika nilai kakaknya memuaskan, maka nilai adiknya anjlok mengecewakan, jika kakaknya rajin dan disiplin belajar, adiknya malah ogah-ogahan dan bersikap liar.

Mendapati anak keduanya selalu bernilai rendah dan berkali kali tidak naik kelas, karena jangankan semangat belajar, huruf-huruf dan perkataan guru pun seolah menjelma monster yang menakutkannya. Pelajaran sekolah menjadi sesuatu yang membebaninya. Ditambah kerap mendapat hukuman dari guru dan cemoohan dari teman-temannya yang mengklaim dirinya sebagai anak bebal. Kedua orangtuanya hilang akal dan memutuskan mengirim anak tersebut ke asrama atau boarding school. Namun apa yang terjadi. Sikap disiplin ketat asrama dan cara mengajar guru yang killer (baca: galak) kian membuat anak itu depresi hingga kehilangan semangat dan lebih banyak berdiam diri. >>> ke halaman berikutnya

Resensi Buku: Amazing Dan Brown dalam Malaikat Iblis

Oleh Vera Verawati

Perjalanan religius sekaligus genius, sebuah rahasia agung yang dibuka dengan proses panjang, kejujuran yang akhirnya kembali pada keputusan hati nurani. Fanatisme yang terbentur kekecewaaan pada panutan yang tergambar di dalam diri tokoh Camerlengo (Janus). Berawal dari sebuah pembunuhan seorang ilmuwan besar Leonardo Vetra. Kehidupan damai para kristiani di balik liuk dan menjulangnya kota suci Vatikan. Sebuah konspirasi terselubung yang mengajak kita memahami arti sebuah kontradiksi. Antara ketaatan pada sebuah keyakinan atau mendewakan ilmu pengetahuan.

            Keberhasilan Leonardo Vetra menciptakan tekhnologi lebih dahsyat dari nuklir, justru diam-diam dibiayai oleh Paus, orang yang paling disucikan dan diagungkan. Kenyataan itu membangkitkan sekutu iblis untuk memusnahkannya. Illuminati yang dinyatakan lenyap, setelah berabad lamanya tiba-tiba symbol itu tertera pada dada Leonardo Vetra yang terbakar dengan mata sebelah hilang. >>> ke halaman berikutnya

error

Enjoy this blog? Please spread the word :)