Gerakan Literasi dan Inklusi Masyarakat di Pontianak

Sabtu pagi, 17 Mei 2025. Saya kulineran dulu di belakang hotel. WK Hijas, namanya. WK itu singkatan “Warung Makan”. Hijas itu nama jalan. Menunya sedap; kari daging kambing, roti canai, dan teh tarik. Uang yang dikeluarkan sekitar Rp 75 ribu. Vibes-nya seperti di Malaysia karena komunikasinya menggunakan Bahasa Melayu

Sekitar pukul 09.0 WIB, Bang Amudin datang menjemput. Kami meluncur ke Ayani Mall. Sesampainya di sana, orang-orang sudah mengisi tempat duduk. Lokasi acara persis di depan toko buku Gramedia.

Hari ini Hj Rendrayani MSi,, Kepala Dinas dan Kearsipan Kota Pontianak, meluncurkan program GESIT, yaitu Gerakan Literasi Inklusi Masyarakat dan lomba bercerita untuk anak-anak. Wakil Walikota dan Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Kalimantan Barat, Sugeng Haryadi hadir. Saya orasi tentang Literasi Keluarga.

Acaranya seru, karena di mall. Kata Amudin, “Sengaja bikin acara di mall supaya kita tidak perlu capek-capek mendatangkan audiensi. Pengunjung mall, pasti akan tertarik melihat di sela-sela waktu belanjanya.

Terbukti selain peserta dan tamu undangan, para pengunjung mall yang belanja menonton. Apalagi ketika paduan suara SMPN 3 Kota Pontianak mengisi acara dengan nyanyian-nyanyian yang energik.

Saya sendiri orasi literasi, mengajak orang untuk membaca. Seperti biasa, saya interaktif, mengajak orang naik ke panggung untuk berdialog tentang literasi di keluarga. Tentu ada hadiah buku.

Gol A Gong
Duta Baca Indonesia 2021-2025
Membaca Itu Sehat, Menulis Itu Hebat

golagong

Duta Baca Indonesia 2021-2025 - Penulis 125 buku - Motivator Menulis - Pendiri Rumah Dunia

Artikel yang Direkomendasikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

https://www.instagram.com/golagongkreatif?igsh=MXVlZDR5ODlwd3NsdQ==