Kuliner Oh Kuliner

Sejak di Urumqy, Xinziang, menu makanannya nasi kebuli dan daging domba. Itu dimulai sejak tanggal 20 Januari 2026. Apalagi ketika tiba di Almaty, Kazakhstan, 26 Januari hingga 29 Januari, daging domba makin menggila. Puncaknya saat dijamu Seker Cafe berupa kepala, kaki, dan dada domba.

Ususku menyerah. Gejala wasir. Kalau bersin dan BAB, luar biasa perih. Sejak 30 – 31 Januari, aku di kamar saja. Makan juga kentang dan sayuran. Jordy-Natasha belanja. Di penginapan ada dapur. Mereka berdua masak yang nabati untukku. Tampaknya aku harus bed rest dan tidak mengonsumsi hewani. Aku harus siap ke Taskhent, Uzbekistan, tanggal 7 Februari.

Hal seperti ini bukan sekali-dua aku alami. Di Pulau Seram, 1986, aku kena malaria. Aku dirawat oleh sebuah keluarga. Obatnya kelapa muda, papeda, dan ikan.

Di Varanasi, India, 1991, aku pernah hampir pingsan gara-gara minum ban lasi. Seorang anak menuntunku ke klinik dan dokter memberiku obat sehingga aku memuntahkan segala yang ada di dalam perut.

Begitulah suka-duka traveling. Untung sekarang ada Jordy-Natasha. Insya Allah, ini akan membaik. Tetap semangat. Kepada para traveler, pasti selalu hati-hati dalam menikmati kuliner.

31 Januari 2026
Gol A Gong
Traveler, Author

golagong

Duta Baca Indonesia 2021-2025 - Penulis 125 buku - Motivator Menulis - Pendiri Rumah Dunia

Artikel yang Direkomendasikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

https://www.instagram.com/golagongkreatif?igsh=MXVlZDR5ODlwd3NsdQ==