Lomba Dongeng dan Alat Peraga Dongeng Semarakkan Hari Anak Nasional 2026 di Rumah Dunia

Oleh: Hily – Kelas Menulis Rumah Dunia

Serang, 26 Juli 2026 – Dalam rangka memperingati Hari Anak Nasional 2026, Rumah Dunia menggelar lomba dongeng dan lomba alat peraga dongeng yang diikuti oleh anak-anak dan pelajar sebagai wadah untuk mengembangkan kreativitas, kemampuan bercerita, serta kepercayaan diri, Minggu (26/07).

Pada lomba dongeng, juara pertama diraih oleh Fathun Nahjibi Aziz, siswa kelas X.7 SMAN 1 Kota Serang. Fathun mengungkapkan bahwa ia mengikuti perlombaan tersebut untuk menambah pengalaman sekaligus meraih prestasi di jenjang SMA.

“Saya ikut lomba ini karena ingin mencari relasi dan mendapat prestasi pertama di SMA,” ujarnya usai menerima penghargaan.

Ia juga menambahkan bahwa dirinya mempersiapkan lomba dengan memahami alur cerita dan membayangkan setiap adegan, bukan hanya menghafal naskah. Menurutnya, cara tersebut membantu penyampaian dongeng menjadi lebih hidup.

“Kekalahan adalah kemenangan yang tertunda. Kalau kita kalah, pelajari apa yang salah, introspeksi diri, lalu perbaiki. Jangan sampai kekalahan membuat kita down, tetapi jadikan itu sebagai langkah untuk meraih kemenangan di kemudian hari,” kata Fathun.

Sementara itu, juri lomba alat peraga dongeng, Alya Nurul Hapsari, menjelaskan bahwa penilaian dilakukan berdasarkan lima aspek, yaitu orisinalitas, kreativitas, pemanfaatan bahan, fungsi, dan kerapian. Lomba tersebut diikuti oleh 23 peserta dari berbagai rentang usia.

“Para peserta mampu menunjukkan kreativitas melalui pemanfaatan barang bekas menjadi alat peraga yang menarik dan memiliki nilai guna. Para pemenang unggul karena menghadirkan konsep yang lebih unik, kreatif, serta mampu memaksimalkan fungsi alat peraga yang dibuat,” ujarnya.

Ia juga berharap peringatan Hari Anak Nasional ini dapat menjadi ruang bagi anak-anak untuk mengembangkan potensi, menumbuhkan kreativitas, serta meningkatkan keberanian dalam berkarya.

“Untuk adik-adik yang belum berhasil meraih juara, jangan berkecil hati. Menang atau kalah bukan satu-satunya penentu apakah sebuah karya itu bagus atau tidak. Jadikan pengalaman ini sebagai pembelajaran untuk terus mencoba, berkreasi, dan membuat sesuatu yang baru serta lebih bermanfaat,” tutup Alya.

Artikel yang Direkomendasikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

https://www.instagram.com/golagongkreatif?igsh=MXVlZDR5ODlwd3NsdQ==