Pukul 02:00, kami sahur di apartemen Pak Taufiq Lamsuhur, Kepala Extension office Indonesia di Tbilisi Georgia. Saya buah-buahan saja; pisang dan apel. Jordy-Natasha dan Pak Taufiq nasi dan ayam serta sambel rendang. Aih, jadi kangen nasi Padang. Pak Taufiq kan orang Batu Sangkar.


Setelah itu bergegas turun, taksi ukuran mini bus tiba. Ongkosnya 40 manat. Kami mengucapkan terima kasih kepada Pak Taufiq. Semoga bisa berjumpa lagi.
Taksi tiba di bandara 30 menit kemudian. Tidak ada kendala apa-apa. Lancar. Pesawat Turkish Airways terbang pukul 05:55. Mendarat di Ankara pukul 07:45. Rofi – mahasiswa yang tergabung di PPI Ankara menjemput pukul 09:00. Dari bandara naik bus. Tarifnya 100 Turki Lira.


Alhamdulillah, KBRI Turki memfasilitasi kami di Indonesian Community Center. Hauzan Ariq yang menyambut kami. Ini semacam Wisma Indonesia. Aku jadi ingat di Cairo, Egypt. Ada juga wisma seperti ini, tapi itu milik NU Jawa Timur.
Seharian ini, kami istirahat. Tidur. Nyuci. Kami mau siap-siap cari masjid. Mau ikut berbuka puasa. Semoga kegiatan di Ankara dimudahkan.
Kata Depri, Ketua PPI Turkiye, “Rencananya Sabtu 21 Februari. Seminar dan pelatihan.”
19 Februari 2026
Gol A Gong
Traveler, Author




