Ayo, Menulis!

“Tugas besar seorang pembaca adalah menuliskan kembali ilmu dan pengetahuan yang diperolah dari semua sumber bacaan yang dilahapnya.” (Edi Wiyono, Pemred Perpusnas Press)

Saya mau bercerita peristiwa sebelum pandemi covid-19. Saya subuhan di masjid Oman , Rabu 3 Oktober 2019. Persis di sebelah Hotel Mekkah. Terasa sekali suasana keislamannya. Jalanan bersih. Trotoar milik pejalan kaki.

Please follow and like us:
error0
fb-share-icon0
Tweet 5

Ruang Kerja Penulis Harus Berisi Buku

Inilah ruang kerja Gol A Gong di Museum Literasi Gol A Gong, Komplek Hegar Alam Nomor 40, Kota Serang 42118, Banten. Dipenuhi buku. Selain unsur intrinsik yang harus dipahami, unsur ekstrinsik penulis juga memegang peranan penting. Selain wawasan, kapasitas, integritas, dan kompetensi penulis, ruang kerja penulis juga sangat memengaruhi. Selain buku, tentu harus ada internet untuk riset pustaka. Situasi atau suasana seperti di perpustakana ini membuat si penulis nyaman. Dan jika membutuhkan referensi, tinggal mencari saja di rak buku. (Misteri GoKref)

Please follow and like us:
error0
fb-share-icon0
Tweet 5

Mimpi Membangun Tradisi Baca-Tulis di Banten

Di jalan kereta api Penancangan, Kota Serang, 1990. Toto St Radik, Rys Revolta (ditemukan terapung di pantai Sirih, Anyer, Serang, 2004), dan Gol A Gong. Mereka membangun mimpi yang besar, tumbuhnya peradaban baru di Banten, yaitu tradisi membaca-menulis! Bahkan bangku kuliah pun mereka tinggalkan. Mereka bermuara di Komunitas Rumah Dunia pada tahun 2000. Itulah persamaan mereka saat itu, senasib sepenanggungan, meninggalkan kuliah dengan alasan heroik…

Please follow and like us:
error0
fb-share-icon0
Tweet 5