Transportasi Jadi Setting Lokasi Novel

Tips menulis novel kali ini tentang setting lokasi. Saya ingin berbagi pengalaman menulis tentang ini. Yaitu transportasi yang kita gunakan setiap hari. Kadangkalau kita sering mengabaikan itu. Misalnya suatu hari, kita sedang traveling naik kereta ke kota lain, kita hanya tidur dan main HP. Padahal, kita bisa menggali kereta api itu sebagai setting lokasi. Ini videonya:

Bunga Sape dan Mercusuar di Kupang

Kupang. Harum tanahmu yang panas kucium lagi. Pertama kali ke Kupang 1986, naik perahu dari Ende ke Rote, terus ke Kupang. Ke Kupang lagi diundang Nila Tanzil, menghadiri Festival Literasi Ende, 30 November – 2 Desember 2019. Kemudian 2 April 2022 saat Safari Literasi Jawa-Bali-NTB-NTT.

Terakhir saya ke Kupang diundang Media Pendidikan Cakrawala 24 Mei – 7 Juni 2022. Kupang selalu memanggil-manggilku terus. Apalagi ketika terkenang bunga sape dan mercusuar di kota lama. Kalau menulis novel, Kupang bagus untuk dijadikan setting lokasi.

Buku-buku yang Memengaruhi Balada Si Roy

Tidak ada yang baru di bawah sinar matahari. Kredo itu seolah jadi mitos. Apa lagi yang bisa kita tulis? Tentang cinta terlarang? Sudah banyak yang menulisnya. Tapi jangan kuatir. Masih bisa kita olah. Misalnya cinta terlarang di novel Bumi Manusia, tentu berbeda dengan novel Rome and Juliet. Cinta terlarang itu bisa berbeda dalam hal latar belakang sosial dan budayanya. Begitu juga cinta terlarang di novel Balada Si Roy. Simak saja videonya:

Traveling Sambil Riset Lokasi untuk Novel yang Akan Kita Tulis

Setiap menulis novel baru, saya selalu memikirkan setting lokasinya. Daerah-daerah baru sungguh menantang untuk saya jadikan lokasi utama atau tambahan. Saya sedang memikirkan ingin menuls novel dengan lokasi utama di sebuah kota Kalimantan dengan tepian sungai dan kampung airnya. Saya harus bermukim minimal sebulan di sana. Traveling bagi saya ibarat sedang riset mencari lokasi untuk novel yang akan saya Tulis

Makan Siang Ikan Bakar Bisa Jadi Setting Cerita

Menu makan siangmu, apa? Tentu yang asik itu menu yang panas-panas. Seperti kali ini di Jember. Setelah selesai mengisi acara seminar literasi di Universitas Negeri Jember, saya dibawa makan siang ke sebuah rumah makan tradisional. Menunya hanya ikan – dibakar, dikukus, dan digoreng. Segala jenis ikan ada!

error

Enjoy this blog? Please spread the word :)