Kolam Ikan di Ruang Kerja

Film Balada Si Roy selesai syuting. Sekarang post production. Saya kembali menulis novel dan mengurusi Kelas Menulis Gol A Gong sambil membuat kolam ikan kecil di depan ruang kerja. Saya biasa menulis di perpustakaan rumah. Ada ruang kosong 2 X 2 persis di pintu menuju toilet. Supaya bisa intermezzo jika “jenuh” menulis, maka saya memutuskan membuat kolam ikan.

Please follow and like us:
error1
fb-share-icon0
Tweet 5

Kucing Mencuri Ikan

Di Indonesia ini ada jenis manusia seperti kucing. Sudah diberi makan sepuasnya, lauk-pauk yang aduhai, tapi tetap saja diam-diam mencuri ikan.

Kucing juga begitu. Setelah diberi makan, ketika kita tidur, kucing masuk ke dapur kita mencuri ikan. Siapa yang meniru? Kucing meniru manusia atau manusia meniru kucing?

Please follow and like us:
error1
fb-share-icon0
Tweet 5

Diet Jus

Minggu terakhir Februari 2021, saya bertekad ngempesin perut. Minumnya saja tidak lagi kopi panas tanpa gula. Istri memang harus kejam jika suaminya ingin sehat. Goodbye nasi uduk. Entah kalau sudah traveling lagi. Maka beberapa bulan ke depan, saya menghindari kerumunan yang aduhai.

Please follow and like us:
error1
fb-share-icon0
Tweet 5

Setahun Bermasker di Era Pandemi Covid-19

Pada 7 Maret 2020, saya resmi me-lockdown-kan diri. Kami tinggal di rumah. Jika keluar, masker jadi “perhiasan” seperti halnya celana, baju, dan sandal atau sepatu. Tanpa masker, hidup kita jadi susah.

Banyak orang yang kemudian mati sia-sia karena mengabaikan protokol kesehatan 3M – memakai masker, menjaga jarak, dan mencuci tangan. Dengan mentaati 3M ini, kita sudah melindungi diri, keluaga, saudara, juga tetangga dan lebih besar lagi Indonesia.

Ini dia “new normal”. Kita harus siap menerimanya. Vaksidnya juga belum sampai ke kita. Entah kapan. Bersabar. Kita berdo’a, ya, agar dijauhkan dari bahaya Covid-19. Kepada yang masih belum percaya Covid-19 itu ada, jalan-jalan ke rumah sakit saja, ya! (GG)

Please follow and like us:
error1
fb-share-icon0
Tweet 5

Selamat Jalan, Abdul Hamid!

Saya sedang menguras kolam ketika Istri saya mengabarkan Abah Hamid meninggalkan kita semua karena Covid-19. Setelah dirawat selamat seminggu di RS Gatot Subroto, 3 hari ke belakang koma. Saya membayangkan, bagaimana kalau itu terjadi kepada saya? Innalilahi… Terbayang beberapa peristiwa politik lokal yang penting pernah saya, Firman Venayaksa , dan Abah Hamid lalui.Saya teringat bersama relawan Rumah Dunia pernah menyatroni kantornya di Untirta untuk playlist “Gonjlengan” di akun YouTube GolAGong TV.

Please follow and like us:
error1
fb-share-icon0
Tweet 5