Sepatu Gunung Untuk Traveling

Entah sudah berapa buah sepatu gunung kubeli. Ada yang kemudian aku jual di perjalanan, karena kehabisan uang, ada yang kuberikan kepada orang lain, sesuka hati saja. Tapi sekarang kedua anak kelakiku sudah besar. Terutama yang kuliah di Abu Dhabi – Gabriel Firmansyah, 21 tahun, jika liburan dan traveling, pasti memilih salah satu dari ketiga sepatu itu. Anak lelaki kedua – Jordy Alghifary sudah di kelas 2 SMA, mulai merencanakan traveling. Kita lihat saja nanti. Kini ketiga sepatu gunung itu aku simpan di Museum Balada Si Roy.

Please follow and like us:
error1
fb-share-icon0
Tweet 5

Percayalah, Jodohmu Sudah Disiapkan

Saya ini bukan lelaki sempurna. Secara phisik, saya memiliki kekurangan. Saya rasa, setiap manusia begitu. Selalu ada kekurangannya. Hanya saja, ada yang tampak nyata seperti saya, ada yang disembunyikan.

Tapi saya yakin untuk urusan “cinta” siapa pun memiliki kesempatan yang sama untuk mendapatkannya. Jika sudah “cinta” tak ada lagi yang bisa menghalangi. Hanya saja, seperti saya, tentu harus tahu diri.

Please follow and like us:
error1
fb-share-icon0
Tweet 5

Muchtar Mandala, Orang Baik dari Banten Itu Telah Berpulang…

Saya masih ingat senyum Pak Muchtar Mandala. Beberapa kali beliau mengunjungi Rumah Dunia. Paling berkesan ketika ada cara Pesta Seni malam hari di Rumah Dunia, Pak Muchtar Mandala bersarung, asik nonton sendiri. Tidak ada yang tahu keberadaan orang hebat Banten berskala internasional asal Pandeglang itu. Tapi saya memergokinya. Beliau tidak ingin diistimewakan.

Kemudian Pak Muchtar sering mendukung Rumah Dunia. Saya beberapa kali bersilaturahmi ke padepokannya di Pandeglang – Nyi Mas Ropoh. Betapa bersahajanya beliau. Saya kagum. Dia orang hebat. Dia bukan orang biasa. Apalagi ketika dia bercerita masa perjuangannya di Pasar Senen, Jakarta. Dia orang baik.

Please follow and like us:
error1
fb-share-icon0
Tweet 5

Putra KamiTidak Ingin Jadi Penulis

Saya paling senang menikmati foto putra kedua kami yang ditutupi scarf ini. Kata putra kedua kami, “Di balik scarf itu Aa senyum lho, Pah.” Saya membayangkan senyumnya yang misterius.

Menjelang subuh, Rabu 29 Juli 2020, saya kangen anakku. Dia sudah memutuskan tidak pulang ke rumah tetapi meneruskan kuliah di Abu Dhabi. Alhamdulillah, berkat do’a para sahabat semua, putra kami diterima di sebuah perguruan tinggi di Abu Dhabi Juli 2020 ini. “Empat tahun ke depan hingga 2024, Aa kuliah. Doakan, ya!”katanya saat video call.

Please follow and like us:
error1
fb-share-icon0
Tweet 5

Senyum Anak-anak Kita

“Bila seorang anak hidup dengan kritik, dia akan belajar menghukum.
Bila seorang anak hidup dengan permusuhan, dia akan belajar kekerasan.
Bila seorang anak hidup dengan olokan, dia belajar menjadi malu.
Bila seorang anak hidup dengan rasa malu, dia belajar merasa bersalah.
Bila seorang anak hidup dengan motivasi, dia belajar percaya diri.
Bila seorang anak hidup dengan dukungan, dia belajar menyukai dirinya sendiri.
Bila seorang anak hidup dengan penerimaan dan persahabatan , dia belajar untuk mencintai dunia,” -―

👆Dorothy Law Nolte

Please follow and like us:
error1
fb-share-icon0
Tweet 5

Senyum Istriku di Love Story

Sekarang saya mau memaknai senyum Tias Tatanka – wanitaku yang solehah. Senyumnya adalah anugrah terindah buatku. Ini semua saya dokumentasikan di playlist “Love Story” akun YouTube saya di https://www.youtube.com/watch… .

Ide membuat “Love Story” ini muncul tiba-tiba ketika mendengar kabar Sapardi Djoko Damono wafat Minggu 19 Juli 2020. Saya dan Tias teringat masa sebelum menikah, bagaimana saya sering membacakan sajak-sajak Sapardi.

Maka jadilah “Love Story” dengan harapan ada sesuatu yang bermanfaat bagi para sahabat yang – ehem, masih memegang teguh kejombloannya.

Please follow and like us:
error1
fb-share-icon0
Tweet 5

Ayo, Awali Hari Dengan Tersenyum dan Sarapan

Saya senang melihat (foto) orang sedang tersenyum. Rasanya hidup terbawa tenang dan damai melihat orang tersenyum. Saya yakin semua orang setuju dengan pendapat saya ini. Kata Kurnia Effendi – penulis, “Senyum menguatkan diri sendiri dan orang lain”.

Saya ingat sewaktu muda ditanya oleh banyak wartawan, “Bagaimana kamu memulai hari?”

Saya jawab dengan “Tersenyum dan sarapan!” Dua hal itu, memang, jadi modal kuat beraktivitas. Dengan tersenyum, saya merasa hidup bersemangat. Dengan sarapan, energi saya jadi berlebih. Saya sehat jiwa dan raga.

Please follow and like us:
error1
fb-share-icon0
Tweet 5

Sapardi Djoko Damono Menyatukan Cinta Gol A Gong dan Tias Tatanka

Saya lupa, foto ini kapan dan di mana. Seingat saya, setelah Pak Sapardi Djoko Damono memberikan materi, lalu giliran saya. Ada Edi Dimyati juga – saat itu masih wartawan HAI. Bahagia bisa bertemu beliau. Di foto ini senyum maestro memang sangat rendah hati sementara saya begitu sumringah. Teman perempuan di sebelah saya Mbak Hazitanaya.

Saya ceritakan kepada Pak Sapardi, bagaimana ajaibnya puisi “Aku Ingin Mencintaimu” pada kehidupan cinta saya dengan Tias Tatanka. Saya melamar Tias Tatanka dengan menyanyikan lagu “Aku Ingin Mencintaimu” di telepon kantor, Bedeng 2000 Palmerah Utara, Jakarta.

Please follow and like us:
error1
fb-share-icon0
Tweet 5