Kue Jahe dari Istri

Ya, Allah. Ternyata menggeluti iqra dan qalam itu menyenangkan. sudah sejak 1990-an saya memberikan pelatihan menuliskepada para pelajar, mahasiswa, guru, dan siapa saja seperti dari kalangan marjinal seperti pemulung, tukang gorengan, tukang nasi uduk, dan tukang kerupuk. Ada kalanya gratis, ada saatnya juga berbayar. Saling subsidi. Terutama saya yang jadi penjaga gawang terakhir Komunitas Sastra Rumah Dunia. Selama ini biaya operasioal Rumah Dunia ditangani kami, para relawan, dan donatur yang tidak mengikat.

Please follow and like us:
error1
fb-share-icon0
Tweet 5

Hidup Memang Harus Diperjuangkan dan Penuh Resiko

Setiap sore aku duduk di halaman rumah, di bawah pohon seri. Istriku menyediakan kopi dan pisang goreng. Datanglah Rudi – sahabatku sejak SD.

Rudi terisak-isak.”Bisnisku hancur. Aku ditipu orang! Habis aku! Entahlah, aku tidak tahu lagi bagaimana caranya menghidupi keluargaku.”

Aku panggil istriku. Aku minta istriku membawakan beberapa liter beras di gudang hasil panenku di akhir tahun plus beberapa butir telur dari kandang, .Rudi langsung permisi pulang membawa kegembiraan makan malam untuk anak dan istrinya.

Please follow and like us:
error1
fb-share-icon0
Tweet 5

Cerita Putra Kedua di Abu Dhabi

Saya sedang sentimentil. Putra kedua, Gabriel Firmansyah sejak kelas 5 SD (2012) sekolah di Al Ain, Abu Dhabi. Tiba-tiba Senin 29 Juni 2020 mengabarkan, “Abi lulus SMA dan minggu depan test masuk kuliah di Abu Dhabi!”

Sudah delapan tahun di di Abu Dhabi. Saya sedih tidak menemani masa pubertas dia. Tahun 2020 dia tidak pulang, karena pandemi Covid-19. Sedangkan kakaknya – Nabila yang kuliah di Ghuangzhou, Tiongkok, justru belum bisa kembali kuliah. Kami tentu kangen kepada dia, dan saya juga tahu kalau dia kangen sama pacarnya sesama rapper.

Saya betul-betul terkejut, selama 8 tahun di Abu Dhabi, dia “berguru ke EmineM. Jika yang lain tidur, dia rekaman dengan lirik rimanya di gudang asrama. Literasi digital sangat dia manfaatkan. Semoga cita-citamu kuliah di Abu Dhabi terwujud! (Gol A Gong)

Please follow and like us:
error1
fb-share-icon0
Tweet 5

Mimpi Membangun Tradisi Baca-Tulis di Banten

Di jalan kereta api Penancangan, Kota Serang, 1990. Toto St Radik, Rys Revolta (ditemukan terapung di pantai Sirih, Anyer, Serang, 2004), dan Gol A Gong. Mereka membangun mimpi yang besar, tumbuhnya peradaban baru di Banten, yaitu tradisi membaca-menulis! Bahkan bangku kuliah pun mereka tinggalkan. Mereka bermuara di Komunitas Rumah Dunia pada tahun 2000. Itulah persamaan mereka saat itu, senasib sepenanggungan, meninggalkan kuliah dengan alasan heroik…

Please follow and like us:
error1
fb-share-icon0
Tweet 5

Siapakah Presiden Taman Bacaan Masyarakat 2020- 2025?

Assalamualaikum. Ngopi pagi. Kepada semua sahabat yang aktif di dunia literasi, terutama para pengelola dan pengurus Forum TBM (Taman Bacaan Masyarakat), apa kabar? Kita sekarang memasuki babak baru, era new normal. Pandemi Covid-19 jangan membuat kita mati kutu.

Saya akan mundur ke era kepemimpinan Zulkarnain, yang mensosialisasikan Forum TBM di 2005-2010. Kemudian saya fokus di program “Indonesia Menulis” pada 2010-2015. Sekarang Firman Venayaksa di Gerakan Literasi Nasional 2015 dan berakhir di tahun 2020 ini. Maka bagaimana periode New Normal Forum TBM 2020-2025 nanti?

Please follow and like us:
error1
fb-share-icon0
Tweet 5

Cerimis dan Certalik Adalah Cerita Pendek di Era Pandemi Covid-19

Apa itu Cerimis? Samakah dengan Ceriwis? Tentu beda. Lantas apa? Cerimis adalah akronim dari Cerpen Dinamis. Lucu. Tidak apa-apa. Nama-nama di Kementerian juga lucu-lucu akronimnya, malah kadang suka bikin bingung. Ah, jangan terlalu serius. Kita harus ber-inovasi. Ini adalah fiksi di era new normal. Jangan sampai kehilangan sense of humor. Pandemi Covid-19 menunjukkan jalan itu. “Cerimis” adalah adaptasi literasi baca-tulis di era digital. Dengan karakter pembaca digital yang senang menyendiri, terburu-buru, cepat bosan, dan menginginkan cerita yang melibatkan dirinya, maka “Cerimis” adalah solusinya.

Please follow and like us:
error1
fb-share-icon0
Tweet 5

Sisi Lain Penulis, Pada Ahirnya Mengabdi

Mimpi kami – saya (FASA UNPAD Bandung), Toto St Radik (STKS Bandung), dan almarhum Rys Revolta (FASA UNPAD Bandung) terlalu besar – ingin membangun tradisi membaca-menulis di Banten, sehingga kuliah pun kami tinggalkan. Mimpi Rys terwujud di Komunitas Rumah Dunia sebelum ditemukan tewas di pantai Sirih, Anyer, Serang 2004. Kematian Rys – sebagai wartawan, masih menyimpan misteri bagi kami.

Please follow and like us:
error1
fb-share-icon0
Tweet 5