Tzu Chi

Sudah belasan tahun Rumah Dunia berjejaring dengan Yayasan Bunda Tzu Chi Indonesia. Setiap bulan selalu dikirimi Buletin Tzu Chi. Beberapa kali juga Rumah Dunia dipublikasikan di DAAI TV. Terima kasih dukungannya. (Mr. Gokref)

Rumah Kue di Kota Kecil

Berberapa ahli pembuat kue berkumpul. Mereka membicarakan pentingnya regenerasi di kampung halaman mereka. Setelah melewati perdebatan sengit, mereka sepakat mendirikan wadah bernama “Rumah Kue”. Mereka mengumumkan kepada orang-orang untuk datang mencicipi kue buatan mereka dan jika enak serta ingin belajar membuat kue, mereka terbuka menyambutnya. Bahkan belajar di “Rumah Kue” secara gratis.

Beberapa orang mereka rekrut untuk tinggal bersama mereka di “Rumah Kue”.Bermula dari seorang anak datang untuk belajar tentang cara membuat kue. Dia sukses. Datang lagi anak yang lain, begitu terus hingga banyak anak-anak datang ingin mahir membuat kue enak seperti buatan mereka.

Pedagang Buah di Trotoar Samping Gedung Juang 45 Kota Serang

Pandemi Covid-19 ini tidak membuat warga Kota Serang berputus asa. Mereka tetap bersemangat menafkahi keluarganya walaupun harus melanggar aturan, menggunakan trotoar untuk berjualan. Kita harus memakluminya. Silakan belanja buah-buahan yang segar-segar di sini, tepatnya di samping Gedung Juang 45, Kota Serang, arah Masjid Tua Kaujon, jembatan Cibanten. Mari, kita sharing ekonomi.

Nah, bagi seorang penulis, peristiwa ini bisa dijadikan setting lokasi di dalam novelnya. Dalam imajinasinya, para tokoh bisa hadir di sini; mereka berbelanja lalu berkonflik. Jadi, jangan sia-siakan setiap peristiwa yang hadir di depan mata kita. jangan sekadar dilihat, tapi temukan peristiwa yang tersembunyi di baliknya!

#infoserang #banten #golagong

Bunga Wijaya Kusuma Itu Mengingatkanku Kepada Bapak dan Emak

Setiap malam, Bapak dan Emak mengajak anak-anaknya ke teras rumah. Kami duduk minum teh, menunggu bunga Wijaya Kusuma mekar. Harumnya semerbak. Aku masih di SD dan SMP saat itu (1976-79). Emak senang bunga itu.

Sedangkan Bapak, senang wayang golek. Mitosnya bunga ini membawa berkah. Juga pusaka Batara Kresna. Saat ke India, saya sempatkan mampir ke kota kecil Kurusetra, tempat perang Bharatayuda.

Kelas Antologi Bersama Gol A Gong Jadi Idola

Saya dan Tias memutar otak, menu-menu apa yang efektif, rekreatif, produktif, dan tentu inovatif di Kelas Menulis Gol A Gong Online? Kami memutuskan pada November 2020 membuka Kelas Menulis Antologi Cerpen. Pertemuannya 2 X dalam rentang waktu 2 minggu. Tugas akhirnya menulis cerpen dan kemudian diterbitkan oleh Gong Publishing dan tentu ber-ISBN.

Kami sepakat memberi judul antologi cerpennya: Metamorfosis. Tiga puluh penulis bergabung. Saya dibantu Rudi Rustiadi – cerpenis Rumah Dunia yang sudah menembus nasional, mencoba meningkatkan kualitas menulis ke-30 penulis itu membuka dirinya sehingga proses belajar jadi lebih mudah.

Kelas Antologi Memoar “Bianglala”

Setelah sukses dengan Kelas Antologi Cerpen Metamorfosis, kini dibuka untuk bulan Desember: Kelas Menulis Memoar Bianglala. S Kelas berlangsung 7 Desember dan 21 Desember 2020. Temanya memoar atau pengalaman tidak terlupakan. Silakan daftar ke Tias Tatanka di 0819 06311 007. Investasi Rp. 350 ribu. Setiap penulis mendapatkan nomor bukti 3 buku. Buku akan terbit Februari 2021, ber-ISBN, dan Gol A Gong juga ikut menulis. (Mister GoKref).

Cerpen Jasmine di Republika Minggu

Sudah lama saya tidak menulis cerpen. Sekarang saya aktif menulis lagi untuk memotivasi para murid saya di Kelas Menulis Gol A Gong Online. Sebagai mentor menulis mereka, saya harus membuktikan bahwa saya memang penulis esai, puisi, cerpen, dan novel.

Saya menulis 3 cerpen di bulan Oktober 2020 ini. Cerpen Jasmine adalah jenis keluarga islami, Cerpen berikutnya berjudul Sarip temanya kritik sosial, dan Alergi adalah cerpen jenis absurd (metafora).

Saya memang selalu menulis cerpen dengan beragam jenis. Alhamdulillah, Minggu 22 November 2020, cerpen saya yang berjudul Jasmine dimuat di koran Republika. Selera Republika memang ke jenis keluarga islami.