Penguasa Malam

Penguasa Malam adalah salah satu puisi yang ditulis oleh Gol A Gong dalam bukunya yang berjudul “Air mata Kopi” (Gramedia, 2014). Puisi ini kemudian digubah menjadi sebuah lagu oleh Edelweis Basah, dan sempat dinyanyikan oleh Jalu Kancana pada tahun 2015.

Kali ini, Nusalayaran mencoba kembali membawakan lagu ini dengan arransemen yang dibuat secara langsung oleh Edelweis Basah sendiri.

Ode Untuk Kendari

“Kenangan itu bersembunyi
di balik besi beton
tak perlu kau korek-korek
Kota lama Kendari tak akan hilang
dalam ingatan,” Talia
memanggil- manggil namaku

Perahu ditambatkan
air mata kakek tumpah
menambah asin air laut
“Kau belajar naik sepeda
bermimpi jadi saudagar
di kota lama yang dihancurkan.”

Kakek menepi ke teluk
aku menuntunnya menyeberang
masjid terapung di matanya

*) Kendari 9/11/2019

Puisi Gol A Gong: Jembatan Kota Lama Kendari

: Ode untuk Kendari

“Kenangan itu bersembunyi
di balik besi beton
tak perlu kau korek-korek
Kota lama Kendari tak akan hilang
dalam ingatan,” Talia
memanggil- manggil namaku

Perahu ditambatkan
air mata kakek tumpah
menambah asin air laut
“Kau belajar naik sepeda
bermimpi jadi saudagar
di kota lama yang dihancurkan.”

Kakek menepi ke teluk
aku menuntunnya menyeberang
masjid terapung di matanya

*) Kendari 9/11/2019

error

Enjoy this blog? Please spread the word :)