Menampilkan: 1 - 17 dari 274 HASIL

Aku dan Kotaku dalam Puisi

Puisi “Aku Dikalahkan Kotaku” karya Gol A Gong ini pendek, tapi punya kekuatan emosional yang sangat dalam—dalam tiap lariknya tersembunyi luka, perlawanan, dan pengakuan akan kekalahan. Kritik sosial yang tajam. Tidak ada keadilan atau penjelasan—hanya pengusiran. Ini bisa ditafsirkan sebagai pengucilan, ketidakadilan ekonomi, politik, atau budaya.

Ibu Anak dalam Puisi

Puisi “SEORANG IBU MENGAJARI ANAKNYA MENCURI” karya Gol A Gong ini pendek tapi sangat kuat dan simbolik. Secara tematik, puisinya menyentil realitas sosial tentang bagaimana nilai-nilai ditanamkan—bukan lewat kata-kata, tapi lewat contoh nyata dalam kehidupan sehari-hari. Dengan larik-larik sederhana, Gol A Gong berhasil menyuguhkan kritik mendalam:
Generasi tak hanya dibentuk oleh apa yang dikatakan, tetapi oleh apa yang diperlihatkan.

https://www.instagram.com/golagongkreatif?igsh=MXVlZDR5ODlwd3NsdQ==