Kemah Pramuka dan Hantu Kampung Cilukap (2)

Saepurrohman – wartawan golagongkreatif.com

Aku masih tidak percaya bahwa buntut dari kemah Pramuka yang diselenggarakan oleh SMA Bonjes menjadi malapetaka selamanya untuk Wati. Sejak kejadian Wati yang kerasukan setan entah jenis apa—kemah Pramuka bagiku menjadi tidak menyenangkan sama sekali.

Pada saat kemah Pramuka selesai, kabar tentang kesehatan Wati semakin memburuk dari waktu ke waktu. Dan sialnya lagi, guru-guru di SMA Bonjes tidak ada yang peduli atau bahkan bisa dibilang tidak bertanggung jawab.

Menyongsong NTT Jadi Provinsi Literasi

Kami terus bergerak. Tim yang selalu ingin tampil teduh, konsisten dan terukur. Para akademisi dan praktisi (pegiat) di jalan sunyi literasi. Mimpi kami jelas, tunggal dan utuh. Menyambut generasi emas NTT 2050 dengan membangun budaya literasi. Balai pelatihan menulis akhirnya dimiliki untuk semua kalangan boleh mengasah kemampuannya dalam hal merangkai kata hingga membentuk narasi yang hidup dan bernas.

Cinta dan Gerakan Reformasi (14)

“Ada buku Madilog karyaTan Malaka, atau novel-novel Tetralogi Pramudya Ananta Toer?” tanyaku pada pedagang buku yang biasa berjualan di depan kampus.

“Ada. Tapi harus pesan dulu. Besok tak aku bawakan,” Jawab sang pedagang buku.

“Lho kok emang nggak ada stoknya sekarang?” tanyaku

“Bukan tidak ada stok, tapi buku yang dipesan tadi kategori buku yang dilarang beredar oleh pemerintah,” jawabnya lagi.

“Oh gitu yah.. Baru tahu saya,” aku menanggapi.

Orang Indonesia Bukan Rendah Baca Buku, Tapi Akses yang Kurang

Ahmad Wayang, wartawan golagongkreatif.com

SERANG, golagongkreatif.com — Barangkali kita masih ingat tentang sejumlah survey yang menyebutkan bahwa minat membaca orang Indonesia sangat rendah. Tapi seiring waktu, kiranya pernyataan itu sudah berubah. Orang Indonesia Bukan Rendah Baca Buku, Tapi Akses yang Kurang.

Saya mengamini betul terkait pernyataan Gol A Gong, Duta Baca Indonesia yang dalam kanal YouTube Helmy Yahya Bicara, Gong mengatakan bahwa orang Indonesia bukan rendah baca buku, tapi akses buku itu yang masih sangat sulit. Terutama di daerah pedalaman. Dalam tulisan ini saya tidak akan bicara soal masyarakat Indonesia secara luas. Saya akan menariknya pada lingkup yang lebih kecil: keluarga.

Senyum Seni

Selamat pagi. Sudahkah kamu menghidangkan senyuman di meja makan? Banyak orang menganggap sepele seni. Padahal itu bagian dari kita, keseharian manusia. Seperti halnya sampah, sisi lain dari kita yang buruk. Seni hadir untuk memperhalusnya. Senyum seni memperhalus budi.

error

Enjoy this blog? Please spread the word :)