Yuk, Kita Harus Makin Cakap Berdigital bersama Kominfo

Makin Cakap Digital bersama Kominfo, Siber Kreasi, untuk Morowali Utara, Sulawesi Tengah, Rabu 16 Junie 2021.

Saya sebagai Duta Baca Indonsia kebagian tema Digital Culture. Menarik. Bagi kami, digital adalah budaya baru. Saya dan isteri adalah digital immigrant. Kami berupaya internet membuat kami berdaya.

Saya mengenal komputer dengan program Word Star pada 1984, kursus di LPKIA, Jalan Badak Singa, Dago, Bandung. Bekerja di Gramedia, 1989-1992. Tapi bisa membeli komputer jangkrik 1994 dari honor buku Perjalanan Asia (Puspa Swara, 1994). Mas Eka Budianta dan Hikmah Kurnia sebagai editornya.

Statistics of Dreams Juhaeri Juhaeri

STATISTICS OF DREAMS
(Sebuah memoar)
Penerbit Gramedia
Penulis Juhaeri Juhaeri
462 halaman

Buku ini hadiah dari Ahmad Mukhlis Yusuf, CEO Antara 2007-2012. Mukhlis bercerita tentang Juhaeri Juhaeri – anak Sumedang yang secara ekonomi sulit, kemudian sukses di New York.

Buku ini lahir di gubuk reyot di Pinangraja-Majalengka. Tentang kisah ketekunan dan kegagalan Juhaeri, kemenangan dan kepedihan, kemapanan dan kekosongan.

Spot Foto di Perpusnas Merdeka Selatan

Ayo, berwisata ke Perpusnas RI di Merdeka Selatan. Banyak spot foto menarik – instagramable. Asik ntuk dipajang di akun medsos. Saat ny bergaya dengan pakaian yang keren. Saya senang bergaya dan tentu rada-rada fashionable -maklum foto model gagal. (GG)

Duta Baca Indonesia dan Sahabat Literasi Sangat Unik Untuk Karakter Tokoh dalam Novelmu

Duta Baca Indonesia bersama Maman Suherman – Sahabat Literasi kita semua di Perpustakaan Nasional RI, Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Rabu 16 Juni 2021.

Kedua tokoh literasi ini cocok untuk karakter tokoh di novel kamu. Gol A Gong memiliki kekurangan secara phisik – tangan kirinya diamputasi. Maman Suherman dengan gaya kepalanya yang gundul. Sangat unik.

#dbi2021
#golagong
#dutabacaindonesia

Gusur Adhikarya, Lupus, dan Saras 008

Apa yang bisa aku kenang dari seseorang bernama Gusur Adhikarya selain buku dan penerbitan? Isi kepala Gusur itu perpustakaan. Wajar kalau dia pernah jadi boss majalah Jelita dan Story, serta tabloid Gaul. Dia ingin seperti guru kami – Arswendo Atmowiloto, raja penerbitan dari Palmerah Selatan.

Saat masih bujangan di Palmerah Utara, 1988-1992, setiap main ke rumah Gusur, maka saya bingung mau duduk di mana. Kamarnya penuh dengan buku dan tumpukan koran.

Boim Lebon, Hilman, Gusur

Rak Buku Terisi Lagi

Setelah talk swow Perpusnas Writers Festival usai, Senin 14 Jni 2021, saya mendapat souvernir buku tentang sejarah Perpustakaan Nasional RI dari Sri Marganingsih, Kepala Biro Hukum Organisasi Kerjasama dan Humas. (GG)

Balai Pustaka yang Kurindukan

Hingga hari ini, wisata edukasi saya dan Tias Tatanka di Balai Pustaka masih berkesan. Belum hilang dari ingatan, bagaimana Mbak Huri @huriyaniazra memandu kami menyusuri lorong-lorong peradaban. Literasi Indonesia dimulai di sini. Balai Pustaka yang kurindukan. Oh!

Balai Pustaka di Jl. Bunga 8-8A, Matraman Raya, depan stasiun kereta Pondok Jati, Jakarta, bagi saya bukan sekadar penerbitan, tapi sebuah istana buku dengan “harta karun” melimpah. Masa lalu, masa kini, dan masa depan akan membalut Anda di sini.