Saya dan Duta Baca Indonesia 2021-2025

Tahun 2016 saya satu lift dengan Najwa Shihab, pasca menghadiri acara Vokasi Menulis Kemendikbud di FX Sudirman. Saya mendekat. Dua petugas keamanan disampingnya siaga. Satu di antaranya menjulurkan tangan dan merentangkan kelima jarinya di depan dada.

“Mau ngasih buku, Mbak Nana.” Saya tersenyum. “Oh, ya boleh,” balas Najwa, juga dengan senyumnya. “Ini buku Tur Literasi Anyer-Panarukan. Catatan perjalanan saya bersama Mas Gol A Gong tahun 2014.”

Kami akhirnya berselfie dalam lift, tentu dengan pengawasan pengawalnya. Lift terbuka. Najwa keluar disambut histeris fansnya. Petugas keamanan kembali bersiaga. Sebagai Duta Baca yang juga artis, Najwa memang punya privilege soal kemanan. Orang biasa seperti saya tidak bisa seenak jidat ngajak selfie atau bersalaman, ada protokoler yang harus dilewati.

Panca Safari Literasi, Program Unggulan Duta Baca Indonesia 2021-2025

Selepas lebaran, saya sebagai Duta Baca Indonesia 2021-2025 dan Perpusnas RI akan menggodok program kerja hingga 2025. Saya akan mengajukan program unggulan, yaitu Safari Literasi.

Program Safari Literasi ini akan mendompleng kegiatan resmi dari Perpusnas dan Perpusda setempat. Misalnya, jika saya ada kegiatan di Banjarmasin, setelah acara resmi dengan Perpusnas RI selesai, saya akan memundurkan jadwal tiket pesawat kepulangan 2 atau 3 hari. Saya ditemani asisten yang akan mendokumentasikan dan mempublikasikan kegiatannya ke YouTube dan medsos lainnya. Duta Baca Daerah ikut aktif juga.

Mari kita bekerja bersama

Penghargaan Kepada Najwa Shihab

Perpusnas RI memberikan penghargaan kepada Najwa Shihab atas dedikasi dan komitmennya sebagai Duta Baca Indonesia 2016-2021 di ruang Teater, Gedung Perpusnas, Merdeka Selatan, Jakarta Selatan, Jum’at 30 April 2021.

Kemudian tongkat estafet itu diserahkan kepada saya. Insya Allah, saya akan meneruskan perjuangan Tantowi Yahya, Andi F. Noya, dan Najwa Shihan sebagai Duta Baca Indonesia 2021-2025. Mohon bantuna dan dukungannya, ya.

Pengukuhan Gol A Gong sebagai Duta Baca Indonesia 2021-2025 oleh Muhammad Syarif Bando, Kepala Perpusnas RI, Jum’at 30 April 2021

Pertemuan dengan Rumah Dunia dan Duta Baca Indonesia 2021-2025

Suatu hari di tahun 2011. Saya diajak oleh teman sekelas saya—kami mahasiswa semester pertama di Jurusan Tadris Bahasa Inggris Fakultas Tarbiyah dan Adab IAIN Sultan Maulana Hasanuddin Banten—untuk mengikuti acara bedah buku di kampus. Saya mengikutinya, karena memang sedang tidak ada kuliah, meskipun saya tidak tahu apa itu bedah buku. Saat itu teman saya sangat bersemangat karena, katanya, pembicaranya dari Rumah Dunia (RD)—dan saya tidak tahu apa itu RD.

Saat acara berlangsung, saya masih belum paham betul apa yang disampaikan oleh para pembicara yang tak saya kenal itu. Tapi, di tangan saya, dan semua hadirin, ada sebuah buku berjudul Relawan Dunia. Saya kira buku itu membahas tentang PMR atau PMI dan hal-hal yang berkaitan dengan bencana alam, karena berkaitan dengan relawan. Tapi ternyata perkiraan saya itu salah. Lama-kelamaan barulah saya sedikit memahami arah kegiatan itu: para pembicara sedang menyampaikan tentang dunia kerelawanan di komunitas RD yang didirikan dan digerakkan oleh Gol A Gong dan para relawan RD.

Berbuka dengan Puisi

Setiap pulang ke rumah dari sebuah perjalanan, oleh-oleh untuk anak dan istri adalah prosa dan puisi. Aku tak sanggup memasukkan Indonesia yang indah ini ke dalam blue ransel yang setia kusandang ke mana pun pergi. Apalagi memasukkan masjid-masjidnya, yang begitu megah-mewah, sementara para kiyai dan jamaahnya mikin-miskin.

Ketika aku jelajahi Sumatra selama 50 hari (1 Mei – 23 Juni 2013), aku menemukan sedikit sekali orang Indonesia yang menyukai puisi. Ketika di Dewan Kesenian Riau, tak lebih dari 50 orang berpesta puisi, kalah riuh dengan ribuan orang Riau yang menonton pertunjukkan band. Begitu juga ketika aku berziarah ke makam Raja Ali Haji di Pulau Penyengat, tak banyak gurindam atau buku puisi dilahirkan dari pulau ini. Warganya terlalu sibuk menyambut para wisatawan asing dan domestik serta mengantarkannya dengan becak motor berkeliling pulau.

Program Kerja Duta Baca Indonesia 2021-2025

Baru seminggu saya dikukuhkan sebagai Duta Baca Indonesia 2021-2025. Saya ucapkan terima kasih tak terhingga kepada semua sahabat yang mendukung dan menawarkan bekerja bersama. Semoga Allah SWT memudahkan dan melancarkan perjuangan kita meningkatkan budaya membaca dan menulis di masyarakat (pedesaan).

Di era saya sekarang lebih dikuatkan di aksi. Visi “Berdaya dengan Buku” saya usung agar spirit “buku bisa mengubah hidup menjadi lebih baik” menggelora. Buku adalah menuju “literasi kesejahteraan” yang artinya “memiliki nilai ekonomi tinggi”. Banyak orang mendapatkan manfaat setelah membaca buku. Misalnya, seorang peternak membaca buku “ilmu terapan”, kemudian berhasil berternak kambing. atau saya sendiri, yang membaca buku-buku sastra dan ilmu menulis, kini jadi penulis.

Budaya Membaca dan Menulis di Anak Berkebutuhan Khusus

Rakor dan Sosialisasi Juknis ABK Berseri dan Daring Inklusi 2021, Jakarta 6-8/5/2021, Puspresnas, Kemdikbud RI. Zoom bersama Sekolah ABK seluruh Indonesia. Wah. Saya tersanjung. Panitia lomba mengumumkan, bahwa saya baru saja terpilih sebagai Duta Baca Indonesia 2021-2025 meneruskan perjuangan Najwa Shihab. Saya sudah beberapa kali jadi juri, juga dilibatkan sejak pembuatan Juknis.

Saya jadi juri menulis cerita pendek untuk tuna netra dan tunda daksa. Kadang ketika jadi juri mereka, keinginan karya mereka sempurna muncul. Tapi tentu itu tidak mungkin. Kami para juri harus memaklumi, misalnya tuna rungu. Tentu mereka minim kosa kata. Tuna netra, deskripsi tentu lemah. Itu jika dibandingkan dengan peserta normal.