Zaeni Boli – wartawan golagongkreatif.com untuk NTT
Tak jauh dari objek wisata pemandian air panas Wai Plate di Waitiu, Kabupaten Flores Timur, terdapat pantai yang letaknya agak tersembunyi. Tempat yang biasa menjadi basecamp Nara Teater untuk berlatih, sore itu 21 September 2023, kami kedatangan tamu istimewa perempuan luar biasa yang menginspirasi, yaitu Rama Thaharani ,Produser Seni Pertunjukan Independen dengan segudang pengalaman Internasional.
Sabtu pagi, 16 September 2023 aku dan teman-teman kelompok Mohuluya berkumpul untuk melaksanakan kegiatan modul nusantara di minggu kedua. Hari itu cukup membuat kami bersemangat, lantaran agenda modul nusantara di minggu kedua ini adalah mengunjungi Taman Laut Olele dan snorkeling bersama ikan-ikan cantik.
Muhammad Nurul Fazri- wartawan golagongkreatif.com
Beberapa hari yang lalu, aku bertamasya ke pantai Anyer, Kab Serang, Banten. Setelah beberapa bulan lamanya tak melihat sunset di tepi gundukan pasir pantai. Namun ada hal menarik yang aku temui dalam perjalanan, yaitu sebuah masjid yang unik dengan segala isi di dalamnya.
Menjemput si sulung turun dari bus Rosalia Indah, Jumat 15 September 2023, pukul 04.00. Dia begitu sibuk sebagai translator Indonesia ke Mandarin atau sebaliknya. Sehari sebelumnya, dia menengok saudaranya di Solo dan reunian dengan teman-temannya di Yogya. Dia yang baru saja menyelesaikan S1 FISIP di Sun Yat Sen University, Ghuang Zhou, Tiongkok, sedang berjuang untuk bekerja sambil S2 di Beijing.
Tapi sebelum sampai di Serang tadi, ada peristiwa yang bikin saya menggelengkan kepala. Mestinya dia pulang Kamis. Tapi ada insiden dan semua haru tahu gaar tiak jadi korban berikutnya.
Setelah selesai kegiatan inspirasi dan makan siang di RM Wong Solo bersama Pak Taufik Ntobo yang membahas soal Karawo pada 9 September 2023. Aku dan teman-teman kelompok Mohuyula melanjutkan kegiatan ke karawo Q Batik, rumah produksi karawo.
Kami akan melihat pembuatan karawo sekaligus praktik langsung membuat sulam khas Gorontalo itu. Jaraknya hanya 300 meter, atau sekitar 5 menit jalan kaki dari RM Wong Solo. Terletak di Jl. Kalimantan, Dulalowo Timur, Kec. Kota Tengah, Kota Gorontalo.
“The Journey” (Penerbit Maximalis Salamadani, Bandung, 2008) karangan Gol A Gong, mengisahkan perjalanan Gol A Gong menyusuri bumi Asia; dari Serawak, Malaysia, Thailand, Laos, Bangladesh, India, Nepal, dan Pakistan. Juga perjalanan spiritualnya. Buku ini juga ibarat sebuah proses perjalanan hidup kita yang panjang menuju perhentian abadi di sisi-Nya.
Gong menulis ini dengan segala macam perasaan beraduk jadi satu. Dia mengetik memakai laptop Andi, lelaki yang menikahi adik perempuanku, sambil berdiri di rumah sakit, di sebuah ruangan paviliun bernama Arafah, kamar 6, RSUD Serang. Ayahnya sedang sakaratul maut – tidak sadarkan diri, hingga akhirnya meninggal pada 17 Desember 2007.
Ruangan ini termasuk mewah untuk ukuran rumah sakit di Kota Serang. Tarifnya sehari mencapai Rp. 700.000,-, plus obat dan dokter. Untung ayah Gong yang guru memiliki kartu askes, sehingga mendapat potongan.
Sambil mengetik, sesekali Gong melihat ke ayahnya, berbaring tak berdaya. Sejak Jumat, 7 Desember 2007, ayahnya terbaring. Di hari pertama, ayahnya masih sempat bercanda dengan terbata-bata, “Kontrak di rumah sakit hanya lima hari.”
Tapi 10 hari kemudian, ayah Gong wafat. Alfatehah untuk ayah Gong.