Gempa Literasi di Bintulu Borneo

Foto ini kenangan ketika Gempa Literasi Borneo, 2018. Saya dan Jack – relawan Rumah Dunia. Ketika perjalanan dari Kuching ke Brunai, kami dicegat di Bintulu – kota kabupaten di Serawak – oleh seorang ustadz asal Indonesia, yang jadi Direktur Institute Tahfidz Qur’an. upanya dia mengikuti perjalanan kami di media sosial. Kami turun dan dijemput di terminal bus. Kami memberikan pelatihan menulis esai kepada para santrinya.

Please follow and like us:
error0
fb-share-icon0
Tweet 5

Ayo, Nulis Catatan Perjalanan

Menulis catatan perjalanan alias travel writing bersama Gol A Gong
Online WA dan Zoom meeting. Kelas 24 Okt 2021.

Segra daftar ke WA 0819 06311 007. Hanya tersedia 25 kursi saja. Biaya Rp. 450.000,- Tugas peserta akan diterbitkan jadi buku.

Perjalananmu tidak akan sia-sia.

Please follow and like us:
error0
fb-share-icon0
Tweet 5

Gong Smash, Tidur di Sel Penjara

Saat traveling, aku bisa tidur di mana saja. Di foto ini, aku ingat ada drama di baliknya. Aku ditampung tidur di sebuah sel penjara Polres di Ambon, 1987. Foto yang tidak akan pernah aku lupakan. Sekitar pukul 02:00 WIT, aku diangkut ke dermaga; aku ditipkan ke kapal kayu menuju Pulau Seram. Dari Amahai, aku jalan kaki menuju Pulau Geser di ujung timur Pulau Seram, kemudian ke Fak Fak. Peristiwa di Ambon dan Seram saya tulis jadi catatan perjalanan di majalah HAI.

#gongsmash
#golagong
#traveling
#dutabacaindonesia
#epigraf

Please follow and like us:
error0
fb-share-icon0
Tweet 5

Janji Mas Kawin Keliling Dunia

Ketika saya melamar Tias dan menikah pada 9 September 1996 (berarti tahun 2021 ini perayaan kawin perak), saya memberinya mas kawin selain seperangkat alat salat dan cincin emas, juga berjanji akan membawanya keliling dunia. Tentu dengan catatan jika ada rezeki.

Dua puluh lima tahun kemudian saya baru membawanya ke 10 negara; Singapura, Malaysia, Thailand, Kamboja, India, UEA, Saudi Arabia, Qatar, Hong Kong, dan Korea. Semetar itu saya suda ke 20 negara.

Please follow and like us:
error0
fb-share-icon0
Tweet 5

Hong Kong Surprised

Saat melamar Tias Tatanka saya berjanji memberinya mas kawin selain seperangkat alat salat dan cincin emas, juga keliling dunia. Sangat gombal. Tapi saya wujudkan pelan-pelan. Dibayarnya dicicil. Hingga sekarang sudah 10 negara yang Tias kunjungi.

Kali ini saya ingin bercerita perjalanan ke Hong Kong pada Februari 2017. Brtul-betul ala backpacker, low budget. Penerbangannya pun pukul 01:00 WIB, tiket promo dengan Air Asia.

Please follow and like us:
error0
fb-share-icon0
Tweet 5

Notes from Qatar

Mimpi apa semalam, tiba-tiba Dedi M Sugiharto alias Diday Tea bersama Komunitas Diaspora dan KBRI Qatar, mengundang saya dan Tias ke Qatar pada 2012. Bagi saya ini adalah sama saja dengan mencicil mas kawin keliling dunia saya kepada Tias. Diday adalah peserta Kelas Menulis Rumah Dunia angkatan ke 4 (2004). Dia bekerja di Qatar sejak 2008.

Tapi ada peristiwa menarik sebelum saya mendarat di Qatar. Pertama ketika kami berada di Mumbai. Pada hari yang ditentukan, kami ke bandara hendak terbang ke Dubai. Apa yang terjadi? Maskapai King Fisher India bangkrut. Tiket hangus. Ketika minta ganti, mustahil. Sedangkan kami sudah harus memberi pelatihan keesokan harinya.

Bersama Dubes Indonesia untuk Qatar, KBRI Doha, 2012.
Please follow and like us:
error0
fb-share-icon0
Tweet 5