Aku memarkir motor persis di pintu lobby museum. Tidak ada siapa-siapa. Aku pikir, Fadil dan Boy tiba lebih dulu di sini. Ternyata malah aku yang …
Fiksi Mini: Penjaga Museum Karya Gol A Gong

Dunia Kata, Dunia Imajinasi
Cerita Kita

Aku memarkir motor persis di pintu lobby museum. Tidak ada siapa-siapa. Aku pikir, Fadil dan Boy tiba lebih dulu di sini. Ternyata malah aku yang …

Cerita ini sebenarnya sudah lama terjadi. Saya hampir tidak lagi mengingatnya. Kalau saja permintaan menuliskan cerita saya tolak, kemungkinan besar ingatan itu akan hilang begitu …

Ajeng mematut diri di cermin. Ia mengambil kapas sepotong dan menuangkan toner sedikit ke atasnya. Diusapnya kapas basah itu ke kelopak mata perlahan. “Siska sama …

FIKSI MINI Mulai Januari 2026, Fiksi Mini tayang 2 mingguan tiap hari Senin. Kita tahu, fiksi mini sedang trend. Silakan mengirimkan fiksi mini karyamu. Satu lokasi, satu waktu, …

Di ruang tamu sebuah rumah yang terlihat lengang, duduklah sepasang suami isteri sepuh, Ratna dan Darma. Mereka duduk di kursi rotan yang mulai berderit dimakan …

Sudah tiga kali ini aku menemukan bangkai tikus tanpa kulit di halaman rumah.Menyisakan daging merah yang membuatku mual setiap kali melihatnya. Beberapa hariterakhir aku dibuat …

Peron stasiun tua itu sunyi, hanya ditemani dengung lampu neon yang nyaris padam. Malam sudah larut, angin membawa bau besi berkarat. Di bangku kayu, seorang …

Jam sudah menunjukkan jam dua belas malam. Aku masih menatap layar ponsel dengan tawa kecil yang tertahan. Meme-meme receh di media sosial bisa jadi lebih …

Gelap. Perempuan itu membuka matanya perlahan, napasnya memburu. Kepalanya berdenyut hebat, dan dunia berputar tak karuan. Aroma besi dan karat menusuk hidung, bercampur dengan bau …

“Sebentar, kayaknya ada masalah,” Rahmat mengarahkan kamera HP ke tengah arena. Di sana terjadi keributan antara crew Mahmud dengan panitia. Tanpa diduga pelatih dan beberapa crewnya mengangkat tubuhnya.

Di dapur, aku duduk santai bersama rekan kerja sambil bercerita. Seperti biasa, menunggu pengunjung datang. Suasana kedai kopi sore ini tak seramai pagi tadi. Sesekali …

Namun, Putri tidak ada di kamarnya. Bahkan ia tidak ada di balik selimut yang terurai di ranjang. Sontak kuedarkan pandanganku seraya mencari keberadaan anak perempuanku satu-satunya itu. Anak yang kuasuh seorang diri.

Ia segera memeriksa daftar undangan lewat tabletnya. “Maaf, tapi tidak ada nama Anda. Meja 29 dikhususkan untuk keluarga pihak perempuan dari Paris.”

Pucat. Mata hitam legam. Pipinya basah oleh air mata gelap seperti tinta. Lalu… ia menyeringai… Senyum mengerikan, memperlihatkan gigi-gigi runcing seperti drakula.

Hal lainnya Fiksi Mini versi Gol A Gong dan SIP Publishing harus 1 peristiwa dalam 1 lokasi dan waktu serta ending ceritanya mengejutkan atau twist ending. Kita mengenalnya sebagai plot twist. Seperti kopi, selama ini kita mengenalnya dengan rasa pahit atau manis, tapi segelas kopi di fiksi mini rasanya amis darah.

Tiba-tiba pintu terbuka lebar. Seorang wanita paruh baya mengenakan baju kasual masuk dengan napas memburu. Di belakangnya, seorang satpam besar mengikuti.

Akhirnya, dari arah kanan, Pak Danang muncul tergesa, napasnya sedikit tersengal, wajahnya berkeringat. Di tangannya ada dua gelas plastik bening berisi bubur kacang ijo, masing-masing dengan sendok plastik terselip.