Oleh Muhzen Den
Bagi seorang penulis, membeli buku seperti halnya berburu harta karun ataupun menemukan harta karun. Begitu juga bagi pembaca, membeli buku seperti halnya melampiaskan hasrat ingin membaca sebanyak-banyaknya buku.
Setelah membeli buku-buku tersebut, terkadang energi kita seolah terkuras. Buku-buku yang kita beli mungkin saja dibaca beberapa, dan selebihnya disimpan di tempat khusus, seperti rak buku, lemari, ruangan perpustakaan, ataupun gudang.
Buku-buku yang tersimpan awalnya puluhan, tapi lama-lama menjadi banyak. Kita yang menyukai aktivitas membaca seolah lupa bahwa kita sudah banyak membaca dan membeli buku. Akhirnya, rumah dipenuhi buku-buku koleksi kita.
Terkadang, kita berpikir praktis bahwa setelah membeli buku dan membacanya, buku disimpan di tempatnya. Biasanya, karena buku koleksi kita banyak sedangkan ruang di rumah terlalu sempit, ujungnya berakhir di gudang tertutup kardus-kardus.
Ternyata jika kita tahu bahwa menyimpan buku tanpa memperhatikan kebersihan dan ketahanannya, justru akan membuat koleksi buku kita akan rusak. Kalian pernah lihat rumah didatangi rayap? Nah, itu karena ruangan rumah atau tempat penyimpanan buku kurang bersih dan rapih.
Jenis kertas
Dikutip dari Green Compostables seperti dilansir laman Banyuwangi.viva.co.id, kertas, bioplastik, dan kardus bisa didaur ulang dengan proses normal tergantung pada produknya. Menambahkan dari lansiran @palkakreatif di Instagram, jenis-jenis kertas yang mudah didaur ulang di antaranya adalah kertas novel, kertas lks, kertas craft, kertas samson, kertas HVS, kertas ivory, dan kardus.
Kertas novel menempati urutan paling awal karena kertasnya yang tipis dan mudah robek apabila terkena air. Dari sini bisa disimpulkan bahwa buku-buku yang kita miliki lebih baik disimpan di tempat kering alias tidak lembab.
Pendingin ruangan
Apabila ruangan kita menggunakan pendingin ruangan, pastikan kalau buku-buku kita mendapat sinar matahari cukup dari luar dan tidak terkena tetesan air air conditioner. Karena banyak orang mempunyai buku menjadi keriting akibat udara ruangan terlalu lembab dan tidak ada sinar matahari yang masuk.
Penataan buku
Jangan lupa menata buku tidak terlalu berdempetan satu sama lain karena bisa membuat cover buku lengket satu sama lain, atau bagian lem perekatnya miring dan membuat kertasnya mudah copot. Selain itu, untuk menjaga cover depan buku tetap mulus tanpa coretan maupun tertekuk, kalian bisa coba dengan melapisinya dengan sampul plastik.
Sampul plastik mika adalah salah satu yang paling direkomendasikan di komunitas buku. Karena sifatnya mudah menempel dan menyesuaikan cover buku dengan tetap apik dan rapi, tapi tetap tidak terlalu kaku.
Sampul plastik
Di sisi lain, ada alternatif lain bagi kita yang tidak punya rak untuk menyimpan buku-buku. Tiap buku yang kita punya bisa dikemas dengan plastik terlebih dahulu dan dalamnya diberi silica gel atau kamper.
Setelah itu, kalian baru bisa menyimpannya di kontainer plastik besar. Pastikan ruangan menyimpan kontainer buku tersebut aman dari kelembaban yang terlalu tinggi. Penggunaan silica gel bermanfaat untuk menyerap dan mengontrol kelembaban berbagai macam benda, seperti baju, sepatu, buku, bahkan makanan.
Sedangkan kamper bermanfaat untuk pengharum alami sekaligus membunuh kuman dan bakteri, serta menghindarkan benda kita dari serangan hewan seperti semut, kecoak, dan tikus.



