Oktober 2022, Bapak bercerita padaku via telepon kalau beliau akan bertolak ke Turki november mendatang untuk menghadiri Asia Europe International Conferences 2022 di bidang International Centre of Excellence in Humanities, Social Sciences and Interdisciplinary Studies. Sejak dulu, bapak memang gemar sekali mengikuti call for paper yang diselenggarakan oleh berbagai negara, sekalian jalan-jalan katanya.


Tentu saja respon pertamaku setelah mendengar cerita bapak adalah ingin ikut. Saat itu beliau tidak mengiyakan ataupun menolak. Jawaban beliau singkat sekali, “Insya Allah.” Ucapnya. Aih, betapa menenangkan jawaban beliau, seolah memang hal itu mudah saja terjadi atas izin Allah.

H-10 keberangkatan, aku ingat sekali. Saat itu hari minggu, aku sedang rebahan di kamar asrama menikmati weekend sembari scrolling sosmed. Tiba-tiba, Bapak mengirimkan e-tiket PP Jakarta-Istanbul via WhatsApp. Seketika airmata luruh begitu deras.
Aku terdiam cukup lama sembari menangis, entah doa bapak ibu yang mana sehingga Allah sampaikan aku berkunjung ke bagian utara Bumi-Nya yang luas ini. Sungguh, jika bukan karena doa beliau berdua, aku tidak akan melangkah sejauh ini.
20 November 2022, kami terbang ke Turki menggunakan Qatar Airways. Penerbangan memakan waktu 8 jam 50 menit untuk sampai Doha, Qatar. Take off pada 08.45 WIB, sampai di Doha pada pukul 13.35 waktu setempat. Kami transit di Doha selama 19 jam 10 menit. Melanjutkan terbang ke Istanbul esok harinya. Uniknya, sejak awal pembelian tiket, bapak tidak sadar bahwa di tanggal tersebut Opening FIFA World Cup 2022 digelar. Mulai dari tiket fisik, fasilitas di pesawat, hingga body pesawat yang terlihat dari sisi luar bernuansa FIFA World Cup 2022.
Fasilitas yang kami dapatkan selama penerbangan banyak sekali. Mulai dari bantal kecil, selimut, headphone kabel, eye mask yang digunakan ketika tidur, dan lain-lain.
Kami juga mendapatkan pelayanan makan 2 kali selama flight CGK-DOH. Menunya bermacam-macam. Penumpang diberi kebebasan memilih menu makanannya sendiri dari 2 atau 3 pilihan menu yang ditawarkan oleh pramugari. Menu pertama yang kami pilih adalah nasi putih dengan sayur kacang dan kentang (semoga tidak salah, hehehe) sebagai makanan utama, lalu ada buah, roti, air mineral, dan minuman berasa yang bisa request sesuka hati. Kami makan dengan lahap mengingat lamanya waktu tempuh perjalanan yang akan dilalui.
Selain service makanan, terdapat fasilitas hiburan Audio and Video on Demand (AVOD) dengan LCD TV layar sentuh yang menyajikan film dan music dengan berbagai kategori. Ada juga audio murottal al-Qur’an dari beberapa Imam Masjidil Haram dan Masjid Nabawi. Kita juga bisa memantau pergerakan pesawat di udara menggunakan TV satelit.

Tatkala kami menjejakkan kaki di Doha International Aiport, ribuan orang yang memakai jersey bola mengantri keluar dari bandara untuk menuju Al Bayt Stadium untuk menghadiri opening FIFA World Cup 2022.
Hal pertama yang kami lakukan adalah menggunakan fasilitas WiFi gratis bandara untuk mengabari orang rumah. Ketika handphone sudah tersambung ke jaringan internet, puluhan pesan memenuhi layar handphone. Beberapa orang menanyakan apakah kami satu pesawat dengan Keluarga Andara? Aku buru-buru mengecek postingan cerita mereka di Instagram. benar saja, kita satu pesawat. Postingan terbarunya berupa Rafathar yang berpose dengan latar belakang patung logo resmi Piala Dunia 2022. Kami tidak sempat berpapasan dengan mereka baik di Jakarta maupun di Qatar setelah pesawat landing. Wajar saja, sebab mereka duduk di first class, aku dan bapak di economy class :).

Niat kami begitu tiba di bandara Doha adalah bertanya kepada bagian informasi mengenai regulasi apply visa transit. Ternyata, visa transit hanya diperuntukkan bagi wisatawan yang memiliki tiket opening Piala Dunia 2022. Kami harus menelan kekecewaan karena tidak bisa berjalan-jalan keluar. Kami coba mengecek harga tiketnya di laman resmi FIFA, jika memungkinkan maka kami akan beli tiketnya. Mumpung di sini dan kesempatan tidak datang dua kali, begitu pikir kami. Ketika laman web sudah terbuka, terpampang harga tiket Pembukaan Piala Dunia 2022 yang dibanderol dengan harga 12 yang sudah habis terjual. Wow! Jikalau belum sold out, toh kami belum tentu membelinya. Harganya setara tiket PP Jakarta-Istanbul untuk 1 orang!
Pada akhirnya, kami habiskan 19 jam waktu transit untuk berkeliling bandara sejauh yang kami bisa. Meskipun tidak bisa menyaksikan perhelatan Piala Dunia 2022 secara langsung, kami cukup terhibur dengan vibes yang ditawarkan.
Selama transit, kami mendapatkan fasilitas makan gratis 1x. Kedainya telah ditentukan oleh pihak sana Kita tinggal menunjukkan tiket, lalu pegawai kedai akan menyajikan makanannya. Waktu itu, kami dapat menu nasi biryani dengan porsi jumbo. Satu porsi dimakan berdua. Porsi lainnya dibungkus untuk dimakan di jam makan selanjutnya, Akan tetapi, makan gratis tidak disertai denga minum gratis. Mau tidak mau, kami harus membeli sebotol air mineral merk Evian dengan merogoh kocek sebesar 17 QR atau setara dengan Rp 75.000.
View yang ditawarkan di foodcourt bandara adalah pemandangan parkiran pesawat. Kita bisa melihat kesibukan pesawat yang akan take off maupun landing. Seru banget sih, bikin betah. Meskipun begitu, pengunjung tidak boleh berlama-lama nongkrong di situ. Beres makan, cleaning service buru-buru membersihkan meja kami seolah mengusir secara halus. Kapasitas meja dan volume pengunjung selisihnya jauh. Dapat dilihat beberapa pengunjung berdiri menunggu antrean untuk duduk. Jadi, harus peka buat gantian yaa.

Fasilitas untuk beribadah juga top banget. Musholla dibedakan antara laki-laki dan perempuan, jaraknya pun sedikit berjauhan. Di tempat wudlu, disediakan kursi bagi Wanita yang tidak mau nungging ketika berwudlu. Good Job! Oh ya, di sana tidak disediakan mukena seperti layaknya mushola di Indonesia. Pakaian yang digunakan wanita Timur Tengah umumnya berupa gamis longgar. Ketika sholat mereka tidak membutuhkan mukena untuk menutup auratnya, karena sudah tercover oleh pakaian mereka.
Biasanya, letak musholla berdampingan dengan toilet. Toiletnya juga nyaman sekali. Tersedia bidet dan tissue, mengakomodasi kebutuhan warga Indonesia yang terbiasa bebersih menggunakan air. Di sekitar situ, ada juga tempat isi ulang air minum gratis. Jadi, tidak perlu membeli air mineral botol seharga Rp 75.000 lagi.

Di samping itu, Hamad International Airport, Doha, Qatar juga menawarkan quite rooms, yang dipisahkan berdasarkan jenis kelamin, orang-orang yang diharuskan menginap di bandara karena menunggu jadwal penerbangan selanjutnya dapat bersanta sini. Terdapat lounge chairs, yang bisa mengakomodasi kebutuhan istirahat yang nyaman.
Esoknya, kami melanjutkan perjalanan menuju Turki. Pesawat kami dijadwalkan take off pukul 08.45 waktu setempat. Selamat Tinggal, Doha. Kami akan balik lagi seminggu lagi. (*)
*) Dian Jelank, Kontributor NU Online Banten

TRAVELING setip hari Jumat. Nah, kamu punya cerita traveling? Tidak selalu harus keluar negeri, boleh juga city tour di kota sendiri atau kota lain masih di Indonesia. Antara 1000-1500 kata. Jangan lupa transportasi ke lokasi, kulinernya, penginapannya, biayanya tulis, ya. Traveling diluar negeri juga oke. Fotonya 5-7 buah bagus tuh. Ada honoarium Rp. 100.000. Kirim ke email gongtravelling@gmail.com dan golagongkreatif@gmail.com dengan subjek: traveling.



[…] Interdisciplinary Studies di Istanbul selama 2 hari. Perjalanan menuju Turki dimulai dari Jakarta, lalu transit di Doha, Qatar selama 19 jam, setelah itu bertolak ke Istanbul. Kebetulan, jadwal perjalanan kami bertepatan […]