Es Puter Legendaris Kota Solo

Oleh Natasha Harris

Solo gak hanya terkenal dengan soto dan batiknya, tapi juga dengan es puter yang legendaris. Di pagi terakhirku di Kota Solo, aku memutuskan untuk mencoba jajanan tradisional khas Solo yang sering aku dengar orang bicarakan. Pada 15 Januari pagi, sekitar pukul 9-an, aku berjalan kaki di sekitar Pasar Antik Triwindu. Di situ aku menemukan gerobak penjual es puter yang terlihat menyegarkan.

Penjual es puter menyambutku dengan senyum ramah, dan dengan antusias langsung menjelaskan tentang sejarah es puter. Katanya, es puter adalah es krim asli dari Solo yang sudah ada sejak lama, dan menjadi bagian dari tradisi kuliner kota ini. Yang aku temui unik adalah, es puter ini gak menggunakan krim seperti es krim pada umumnya, melainkan hanya es murni.

Entah gimana, tapi menurutku tanpa tambahan krim justru menjadikannya lebih alami dan ringan. Penjualnya juga bercerita bahwa topping yang khas dari es puter adalah tapei hijau. Meskipun ada juga pilihan potongan roti, tapi yang asli traditionaly hanya menggunakan tapei sebagai pelengkap es puter.

Saat mencicipi es puter, aku merasakan sensasi yang berbeda dari es krim biasa. Es yang terasa sangat murni ini memberikan kesegaran yang sempurna, dan asam dari tapei menambah sensasi unik saat dimakan bersama dengan es. Rasanya gak terlalu manis, seperti yang aku bilang, terasa alami dan ringan. Meski terlihat sederhana, es puter ini memberikan pengalaman rasa yang cukup autentik haha!

Rasanya ada sebuah cerita yang tersimpan dalam setiap sendok es puter yang aku makan. Rasanya seperti menghormati tradisi lama Solo yang tetap lestari meskipun zaman terus berubah. Setelah membeli es puter, aku melihat kenangan dari budaya Solo yang dihargai dan disukai oleh masyarakatnya.

Dari pengalaman ini, aku sadar bahwa kuliner bukan sekadar makanan, melainkan bagian dari identitas budaya. Ini akan selalu jadi pengingat bagi aku dan kamu untuk terus menjaga dan menghargai warisan budaya kita, karena tradisi yang lestari membawa kebanggaan tersendiri.

Kalau kamu mengunjungi Kota Solo, jangan lewatin kesempatan untuk mencicipi es puter, ya!

*) Solo 15 Januari 2025
*) Natasha Harris, Mahasiswi Pendidikan Bahasa Korea, UPI Bandung

Artikel yang Direkomendasikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

https://www.instagram.com/golagongkreatif?igsh=MXVlZDR5ODlwd3NsdQ==