Fiksi Mini: Dinner Karya Aii Aayy

Clara merasakan cahaya hangat lampu kristal yang menggantung di ruang makan. Peralatan  makan dari porselen dan gelas-gelas berisi lemon tea hangat dan ayam panggang memenuhi udara. Juga ikan gurame bakar yang mengundang selera.

Dress ivory membalut tubuh Clara, begitu anggun. Rambutnya digerai rapi, sedikit gelombang di ujung. Wajahnya berseri ketika melihat Rey masuk ke ruangan, tampak canggung namun berusaha percaya diri.

“Selamat malam, Om,” Rey mengangguk sopan ke arah Papa Clara yang duduk di kursi utama.

“Selamat malam, Nak Rey,” Papa Clara tersenyum. “Terima kasih sudah memenuhi undangan makan malam dari kami, ya.”

“Saya yang berterima kasih, Om. Ini kehormatan buat saya.” Rey duduk di samping Clara

Tak lama, Mama Clara masuk dari dapur membawa makanan pembuka berupa sop jamur. Rey tampak gugup.

“Ini Appetizer-nya,” suara Mama lembut, meletakkan piring di tengah meja. “Semoga suka, Rey.”

“Suka, Tante. Terima kasih banyak,” jawab Rey, senyumnya masih kikuk.

Namun, sebelum sendok pertama menyentuh mulut, terdengar suara menggelegar. “Hentikan drama ini, Rey!”

Semua menoleh. Bik Wiyas – perempuan paruh baya itu, muncul dari ruang tengah. Matanya menatap Rey penuh kemarahan.

“Ada apa, Bik?” tanya Mama tidak enak.

Bi Wiyas mengarahkan layar ponselnya ke hadapan semua orang. Video mulai diputar. Rekaman itu menampilkan Rey dan Mama Clara – duduk di taman, tertawa, saling menyuapi potongan buah dengan senyum mesra.

Ayah Clara seperti patung.

Clara suaranya tercekat, “Rey… ini…?”

Rey tegang, menatap Mama Clara. Dia melihat ke layar video, lalu ke wajah-wajah yang kini berubah jadi penuh kecurigaan.

Suara Clara bergetar, “Kenapa kamu… dengan Mama?”

Namun, sebelum Rey menjawab, Mama mendekat dan menarik napas dalam-dalam. “Kalian salah paham.” Mama melirik Bi Wiyas dengan kecewa. “Video itu dua tahun lalu, saat Mama dan Rey dalam  program konseling trauma.”

Clara terpaku. “Konseling trauma?”

Rey akhirnya bicara, suaranya pelan tapi jelas. “Aku kehilangan adikku karena kecelakaan, dan… Tante – waktu itu jadi relawan pengawas di sana. Kami dekat, iya, tapi seperti keluarga. Dia sering memaksaku makan, karena aku gak mau makan. Momen itu… direkam untuk keperluan dokumentasi terapi.”

Bi Wiyas tampak bingung.  

Mama menatap Bi Wiyas dengan senyuman.

Clara mengambil ponsel Bi Wiyas dan memutar ulang video.

Di akhir video, suara Rey terdengar samar, “Terima kasih udah kayak ibu sendiri buat saya, Tante…”

Clara menatap Rey dan air matanya menetes. “Kamu nggak pernah cerita tentang ini…”

“Kamu nggak pernah nanya,” ucap Rey. “Tapi ketika aku tahu kamu adalah putri semata wayang Om dan Tante, aku semakin sungguh-sungguh mencintaimu.”

Ayah Clara menarik napas, lalu tertawa lirih. “Ternyata drama keluarga kita… cocok untuk sinetron.”

Clara memeluk Rey, dan malam yang nyaris menjadi petaka… berubah menjadi awal yang baru.

Bi Wiyas berjalan mundur perlahan, malu, tapi disambut pelukan Mama Clara. “Lain kali, verifikasi dulu, ya…”

Lampu gantung masih menyala hangat. (*)

*) Tangerang, 29 Juni 2025/Fiksi Mini ini disertakan dalam Rekor MURI 10.000 Fiksi Mini SIP Publishng

*) Aii Aayy, perempuan kelahiran Serang dan bekerja di salah satu lembaga Filantropi. Mengisi waktu liburnya dengan berkegiatan di Rumah Dunia sejak 2023 hingga saat ini. Sapa lebih lanjut bisa follow di instagram @aiiaaayy_

FIKSI MINI hadir setiap minggu mulai Juni 2025. Terbit hari Senin. Kita tahu, fiksi mini sedang trend. Silakan mengirimkan fiksi mini karyamu. Satu lokasi, satu waktu, ada plot twist saat endingnya. Antara 250-500 kata. Silakan kirim fiksi minimu ke gongtravelling@gmail.com, subjek: fiksimini. Sertakan bionarasimu 5 kalimat, foto dirimu, dan ilustrasi yang mendukung. Ada uang ganti pulsa alakadarnya Rp. 100.000,- dari SIP Publishing. Selamat menulis. Klik gambar di bawah jika ingin membaca fiksi mini yang pernah tayang:

Artikel yang Direkomendasikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

https://www.instagram.com/golagongkreatif?igsh=MXVlZDR5ODlwd3NsdQ==