Oleh Adam Choili – Relawan Rumah Dunia
Komunitas Jurnalisme Warga Surosowan menggelar Festival Jurnalis Warga Surosowan pada Sabtu (8/8/2026). Kegiatan yang terbuka untuk umum tersebut menghadirkan berbagai rangkaian acara, mulai dari pameran foto, penampilan seni, Orasi Curhat Media, hingga pertunjukan musik.
Acara dibuka oleh Bahtiar Rifa’i yang menyambut para peserta yang hadir dalam festival. Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan penampilan musik dari UKM Gesbica UIN Banten.
Selain pertunjukan seni festival juga menjadi ruang bagi peserta untuk menyampaikan berbagai keresahan melalui orasi. Salah satunya disampaikan oleh Ukat Saukatudin yang mengangkat isu transisi energi berkeadilan.
“Apakah masyarakat adat dan kelompok rentan dilibatkan, atau justru disingkirkan?” ujar Ukat dalam orasinya.

Isu tersebut menjadi salah satu pembahasan yang menarik dalam festival. Transisi energi tidak hanya berkaitan dengan perubahan sumber energi, tetapi juga menyangkut masyarakat yang terdampak oleh proses tersebut.
Festival Jurnalis Warga Surosowan pun tidak hanya menjadi ruang untuk menampilkan karya seni dan hiburan, tetapi juga menjadi wadah untuk menyuarakan persoalan sosial melalui orasi, puisi, dan lain-lain.
Perwakilan panitia JW Surosowan Nazib turut menyampaikan harapannya kepada para peserta. Ia berharap kegiatan tersebut dapat menjadi ruang untuk berbagi pengetahuan dan membuka perhatian masyarakat terhadap berbagai isu yang selama ini belum banyak dibicarakan.

Pembahasan mengenai transisi energi berkeadilan menjadi salah satu wawasan yang dapat diperoleh peserta. Isu tersebut tidak hanya terjadi di satu daerah, tetapi juga berkaitan dengan berbagai wilayah lain yang menghadapi perubahan dalam sektor energi dan dampaknya terhadap masyarakat.
Melalui Festival Jurnalis Warga Surosowan, isu tersebut diangkat ke ruang publik agar masyarakat dapat melihat bahwa transisi energi bukan hanya persoalan teknologi dan energi, melainkan juga menyangkut keadilan dan keterlibatan masyarakat.


