Oleh Adam Choili – Mahasiswa Baru UIN SMH Banten
Aku akhirnya diterima masuk Universitas Islam Negeri Sultan Maulana Hasanuddin Banten dan mengikuti kegiatan mahasiswa baru, yaitu Pengenalan Budaya Akademik Kampus (PBAK).
Banyak hal menarik yang bisa ditemui, seperti bertemu teman baru, melihat tempat baru, juga melihat kegiatan-kegiatan yang ada di kampus.
Hal itu akan dibahas olehku dengan menceritakan pengalaman tersebut, dari Pra-PBAK sampai hari terakhir kegiatan PBAK.
31 Agustus 2026
Di Pra-PBAK, kami sebagai mahasiswa baru disambut terlebih dahulu oleh kakak-kakak panitia serta seminar menarik yang diberikan oleh Baznas, BI, Grab, BTN, dan Askrida. Banyak dari seminar tersebut memberikan wawasan seputar beasiswa, asuransi, tips hemat berangkat kuliah, dan asuransi bagi mahasiswa, apalagi mahasiswa baru.

Nah, ketika Pra-PBAK, kami melakukan pengenalan terhadap panitia PBAK dan sekaligus melakukan gladi. Di hari besoknya, aku baru memulai masa pengenalan kampus yang sebenarnya.
1 September 2026
Aku datang lagi ke kampus dengan persiapan yang matang serta barang bawaan sesuai dengan ketentuan, di mana waktu datang ke sana harus pukul 06.00–07.00 pagi.
Di pagi hari menyambut hari pertama PBAK, tentu masih segar. Dengan segudang pertanyaan serta rasa penasaran atas kegiatan apa saja yang akan dilakukan hari ini.
Kegiatan yang dilakukan hari ini adalah pengenalan Rektor, Dekan, Wakil Dekan, serta penyampaian materi tentang pedoman kampus, pedoman UKT, dan pedoman kemahasiswaan.
Materinya sangat banyak sehingga aku harus bekerja keras untuk merangkumnya. Karena pada hari ini aku ingin maju ke depan untuk meringkas materi, aku pun harus duduk di depan supaya enak ketika maju.
Setelah meringkas dan kegiatan mendekati waktu istirahat, akhirnya kesempatanku untuk maju didapat ketika sang MC bertanya kepada peserta, “Di sini siapa yang mau menyampaikan ulang materi tadi?”
Aku dengan sigap maju untuk menyampaikan secara singkat materi dari Dr. Ali Muhtarom, S.Pd.I., M.Si.

Seperti UKT, kenapa terasa memberatkan? Karena sebagian dari kita tidak mengisi secara lengkap semua dokumen yang diperlukan sehingga hal itu memengaruhi penyesuaian UKT.
Ketika maju, aku hanya fokus pada jawaban karena di sana cuma sekadar mau maju saja. Dan begitulah kegiatan berakhir dengan rasa senyum juga rasa yang lega
2 September 2026
Tapi yang menarik adalah di PBAK hari ke-2, para maba diberi pertunjukan atau pengenalan oleh SEMA-U, DEMA-U, UKK, dan UKM yang ada di UIN SMH Banten.
Dari keseluruhan UKM yang aku tunggu cuma satu, yaitu Gesbica, di mana mereka menampilkan teater menarik dari visual yang ditampilkan oleh para pemerannya. Aku yakin setiap hiasan, riasan, hingga barang-barang khusus seperti dupa memiliki perannya masing-masing, hingga membuat hatiku berdegup setelah melihat akhir dari pertunjukan teater ini.

Banyak sekali pertunjukan yang ditampilkan oleh UKM untuk menghibur dan menyambut mahasiswa baru. Aku di sini juga merasa terhibur karena ini merupakan pengalaman pertamaku mengikuti Pengenalan Budaya Akademik Kampus.
Kegiatan PBAK hari ini pun ditutup dengan penampilan band oleh Gesbica dan membuat semua peserta PBAK langsung bersemangat karena lagu-lagu yang dibawakan, seperti “Sunshine” dan “Jimm Labrador” dari The Panturas serta “All of the Time” dari The SIGIT.
Aku pun bergembira dengan berjoget selama penampilan band berlangsung hingga akhirnya aku pulang dengan senyum bahagia.
3 September 2026
Di hari selanjutnya, yaitu hari ke-3 PBAK pada 3 September 2026, adalah hari yang sangat menarik juga karena kami dijemput oleh kakak-kakak dari Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) dan melakukan arak-arakan memutar gedung-gedung yang ada di UIN Banten.
Setelah selesai, kami beristirahat dan sedikit mendengarkan perkenalan Dekan FEBI serta perkenalan organisasi fakultas. Sampai waktu acara selesai, dan begitulah hari terakhir PBAK terlaksana.

Kegiatan selama empat hari ini merupakan pengalaman baru bagiku. Tidak akan kusia-siakan pengalaman berharga ini karena di tahun depan bisa jadi aku yang akan menjadi panitia, seperti kakak-kakak panitia PBAK yang membuat rangkaian acara seseru ini.



