Sejauh apa pun kamu pergi, jangan pernah melupakan asal usulmu. Darah Maluku tetap mengalir, dan kini mereka kembali untuk mengharumkan nama bangsa!
Indonesia Tanah Air Beta

Dunia Kata, Dunia Imajinasi

Sejauh apa pun kamu pergi, jangan pernah melupakan asal usulmu. Darah Maluku tetap mengalir, dan kini mereka kembali untuk mengharumkan nama bangsa!

Sekitar 42 ribuan penonton akan memadati stadion. Sekitar 3250 supporter Indonsia sudah memberli tiket. Ini merupakan laga yang penting bagi kedua tim, terutama karena Timnas Indonesia kini berada di peringkat ketiga dengan enam poin, hanya terpaut satu poin dari Australia yang ada di tempat kedua.

Timnas Kluivert ini apakah mampu mengalahkan Australia dan menahan seri Jepang? Kalau Bahrain dan China, bisalah kita libas. Kita berdoa, ya. Semoga mereka ini bisa mengumandangkan lagu Indonesia Raya di seluruh stadion dan televisi yang ada di muka bumi.

“Yang dari Eropa, langsung ke Australia. Selesai lawan Australia, paginya kami akan pakai pesawat sewa Garuda untuk ke Jakarta,” ucap Sumardji. Yes! Siap Sikat Australia 20 Maret Nanti!

Beberapa pihak khawatir bahwa terlalu banyak pemain naturalisasi dapat mengorbankan identitas tim nasional dan mengurangi kesempatan bagi pemain lokal untuk berkembang. Namun, PSSI meyakini bahwa langkah ini diperlukan untuk meningkatkan daya saing Timnas Indonesia di level dunia.

Wow! Setelah Patrick Kluivert, kini Jordi Cruyff idolaku bergabung sebagai Penasihat teknis. Sudahlah, semua pemain keturunan Indonesia yang ada di Eropa kembali! Angkat level sepakbola kampung halamanmu menembus dunia!

Duel Indonesia vs Bahrain akan digelar di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta, pada 25 Maret 2025. Kickoff Indonesia vs Bahrain adalah 20.45 WIB. Untuk menghargai umat muslim Indonesia sesudah sholat tarawih baru digelar biar suporter bisa tarawih berjamaah di GBK dulu. Pasti GBK suasananya seperti mala takbiran.

Apakah ini hoax? Kita lihat saja waktu yang mengujinya. Di medsos itu, kadang yang b enr dan salah sulit dibedakan. Status FB Fitra Tunggal ini sengaja diupdate di sini sebagai intermezzo. Jika benar hoax, mohon maaf. Jika benar, alhamdulillah.

Sungguh, kita semua ingin Martin Paes yang jadi kiper utama Timnas Sepak Bola Indonesia. Emil kemarin sudah nolak. Kenapa tidk Ernado Ari saja?

Jika ajang Piala Presiden 2025 ini jadi berlangsung, seru dan berkelas. Indonesia akan semakin diperhitungkan di Asia. Kita doakan berlangsung dengan lancar.

Menurut Anton Sanjoyo, masalah utama Timnas sejak era STY adalah efektivitas lini serang. Meski sudah ada Struick, Ragnar, Hokky, dan Egy, performa mereka belum cukup memuaskan. Anton menyebut beberapa nama seperti Saddil Ramdhani, Lilipaly, dan Elkan Baggott yang bisa menjadi opsi tambahan, terutama dengan postur tinggi Elkan untuk duel bola udara.

“Kami sudah menyiapkan berapa VO2Max yang diperlukan agar masuk di AFF, berapa juga saat masuk di Kualifikasi Piala Asia. Saat masuk ke Piala Asia berapa dan hal itu sesuai dengan target kami. “Semoga metode itu bisa membantu pemain nanti di Piala Asia,” lanjut Nova.

Sebagian besar pemain Timnas Indonesia U-17 berasal dari Elite Pro Academy (EPA), yang masih berada dalam zona nyaman di kompetisi lokal. Nova menegaskan bahwa para pemain harus belajar beradaptasi dan mengambil keputusan lebih cepat di level Asia.

Sebulan lagi, ya! Para pemain yang berlaga di Liga 1 akan mulai berkumpul di Jakarta pada 15 Maret guna menjalani pemusatan latihan. Sedangkan para pemain timnas yang berkarier di luar negeri dijadwalkan langsung bergabung dengan tim dua hari sebelum laga melawan Australia. Siap ke Australia, yuk!

Untuk pemain yang berkarier di luar negeri, kata Sumardji mereka langsung ke Australia.
Nantinya semua pemain akan lengkap berkumpul di Negeri Kanguru H-2 sebelum pertandingan berlangsung. Sumardji berharap dengan waktu yang mepet ini, persiapan timnas Indonesia berjalan lancar. “Iya yang dari Eropa langsung ke Australia,” kata Sumardji.

“Sebuah pelajaran berharga untuk Timnas U-20 dari juara bertahan Piala Asia U-20, Uzbekistan. Sempat bangkit saat Jens Raven mencetak gol penyeimbang, namun Timnas U20 harus mengakui keunggulan Uzbekistan pada akhir laga dengan skor 3-1,” tulis Erick Thohir.

Masih setahun lagi. Tapi perombakan di sisi pelatih Timnas Indonesia U-23 tentu membawa angin segar.