Untuk jadi penulis novel diperlukan persyaratan-persyaratan yang cukup berat. Tidak terjadi dalam proses satu malam saja.
Untuk Jadi Penulis Novel

Dunia Kata, Dunia Imajinasi
Teori dan praktik

Untuk jadi penulis novel diperlukan persyaratan-persyaratan yang cukup berat. Tidak terjadi dalam proses satu malam saja.

Cobalah menulis dengan santai, seolah sedang mengatur nafas sehingga kita jadi fokus memerhatikan tanda baca. Ingat, kita harus menulis yang dipahami pembaca. Jangan menulis yang hanya dipahami pembaca. Jika pembaca bingung, biasanya langsung diskip.

Ketika warga kampung menggerebek sebuah skandal yang tak terbayangkan, dunia Sri runtuh. Dalam diam, ia mengajukan gugatan cerai dan memaksa mantan suaminya untuk menikahi ibunya. Namun, di balik ketegaran itu, jiwanya sudah hancur.

Saat memilih latar tempat untuk novel, Anda perlu mempertimbangkan relevansi latar tersebut dengan unsur-unsur cerita lainnya. Anda juga dapat menggunakan detail sensoris untuk membuat latar menjadi interaktif dan mendalam.

Membangun karakter tokoh dalam novel adalah salah satu aspek terpenting agar cerita terasa hidup, menggugah, dan berkesan.

Kadang kita suka duduk bengong di depan laptot atau PC. Apa yang akan ditulis? Cerita seperti apa? Paling sederha mulai dari berandai-andai. Ya, andai “Calon Istri Saya Solehah”.

Latar sosial budaya dalam novel penting untuk dipahami karena karya sastra merupakan gambaran kehidupan suatu masyarakat. Melalui latar sosial budaya, pembaca dapat memahami kebiasaan hidup, adat istiadat, dan tradisi masyarakat dalam novel. Kita sebagai pembaca seperti sedang kuliah sosiologi dan antropologi.

Nah, jika novel yang kita tulis latar waktu tahun 2022, jika tidak menyertakan latar suasana Covid-19 rasanya aneh. Itu sebab setiap menggunakan latar waktu tahun tertentu sebaiknya kamu melakukan penelitian: ada peristiwa pentingkah di tahun itu?

Dua teknik menulis itu perlu kita coba dan kuasai. Yang pertama kita menonjolkan latar tempat saja, teknik menulis kedua memasukkan karakter tokoh di dalam latar tempat. Silakan dicoba.

Dialog yang Kontroversial dan Penuh Konflik itu penting di dalam sebuah novel agar pembaca tidak bosan. Tidak perlu kita memberi tahu (dont tell) pembaca, tapi tunjukkan (showing) saja agar pembaca bisa membangun karater si tokoh dengan imajinasinya.

Di mana lokasinya? Tentu di Medan, lokasi umumnya. Tapi di mana? Di kamar? Bagaimana kamarnya? Interiornya? Status sosial dan ekonominya? Bagaimana caranya agar tahu Bianca sedang berada di dalam kamar di kota Medan? Misanya kita bisa memulai dari interior kamar dengan asesoris khas Medan. Ajak pembaca sedang berada di dalam kamar di Medan.

Kemudian konflik novel dibangun juga dari karakter para tokohnya ada yang narcissistic personality disorder (NPD), yaitu gangguan mental di mana pengidapnya merasa dirinya lebih penting dari orang lain. Terus ada karakter tokoh yang psikopat. Tambahkan juga karakter protagonisya yang ternyata autis.

Di mana unsur fantasi dengan cita rasa kulinernya? Sup bintang laut adalah fantasi. Biasanya kan sup ayam, ya. Mangkuknya juga kristal. Lalu gara-gara makan sup bintang laut dari mangkuk kristal, maka si tokoh bisa melihat masa depan.

Menulis Kalimat Novel Keluarga dengan Kuliner? Bisa, ya? Caranya bagaimana? Gampang saja. Tentukan ulu karakter si tokoh. Dia seorang permpuan, oke. Suaminya selingkuh. Cari saja unsur kulinernya. Ketoprak, sambal, nasi liwet, dan banyak lagi pilihannya.

Memulai Menulis Novel dengan Kuliner. Cobalah membayangkan dalam kalimat yang kita tulis itu ada tokoh, kuliner kacang hijau, aktivitas memasak, dan setting lokasi yang pembaca visualkan

Kuliner di Dalam Novel? Bagaimana bisa? Ya, bisa. aitkan saja si karakter tokoh dengan aktivitasnya sebgai pedagang ketoprak, misalnya.

Ide Menulis dari Potret Zaman Digital. Apakah bisa? Wah, banyak sekali ide kita dapat dari mengamati fenomena di era digital ini.